Bupati: Sensus Ekonomi 2026 Wujudkan Pertumbuhan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA, – Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Najmul Akhyar menyatakan bahwa data hasil Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) sangat krusial untuk mewujudkan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan di daerahnya. Hal ini disampaikannya di Lombok Utara pada Minggu, seiring dengan upaya penguatan sektor pariwisata dan daya saing ekonomi lokal.

Najmul menekankan bahwa data akurat dari sensus ini akan menjadi fondasi bagi Lombok Utara dalam memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan daya saing UMKM, mengembangkan pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh.

"Terimalah para petugas sensus yang datang untuk melakukan pendataan, berikan informasi yang benar sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya karena setiap data yang diberikan akan menjadi penting dalam menyusun masa depan pembangunan Kabupaten Lombok Utara," kata Najmul. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas sensus atas dedikasi dan semangat mereka, seraya berpesan agar amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.

Target dan Cakupan Pendataan

Kepala BPS Kabupaten Lombok Utara, Isa, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan secara nasional, melanjutkan rangkaian sensus sebelumnya pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. Untuk pelaksanaan di Lombok Utara, BPS telah mengerahkan 281 petugas yang terdiri atas 33 pengawas lapangan dan 248 petugas pendata lapangan (PPL).

"Seluruh petugas tersebut sebelumnya telah disebar ke seluruh kecamatan, desa, hingga tingkat RT di wilayah Lombok Utara," ujar Isa. Sebelum terjun ke lapangan, para petugas telah menjalani pelatihan selama enam hari, baik secara online maupun tatap muka termasuk praktik di kelas. Saat ini, pendataan telah memasuki hari ketujuh dari target pelaksanaan selama kurang lebih dua bulan.

Isa menegaskan bahwa cakupan sensus ekonomi 2026 sangat komprehensif, meliputi usaha besar, menengah, kecil, mikro, hingga usaha yang dilakukan secara online. Tidak ada satu pun unit usaha yang akan terlewatkan dalam pendataan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi.

"Sensus ekonomi ini untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara masif di masing-masing sektor, distribusi usaha di setiap kecamatan dan desa, serta profil pelaku ekonominya," pungkas Isa.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|