Iran Tegas Tolak Proposal AS dan Pertahankan Blokade Hormuz

3 hours ago 3

Iran Tegas Tolak Proposal AS dan Pertahankan Blokade Hormuz

Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Iran menolak proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam perundingan tidak langsung yang dimediasi di Islamabad. Teheran menilai proposal tersebut memuat tuntutan yang berlebihan dan tidak dapat diterima oleh delegasi Iran.

Penolakan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional Kazem Gharibabadi dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Senin (28/7/2026). Ia juga menegaskan Iran tidak meminta agar negosiasi tetap dilanjutkan setelah proposal tersebut ditolak.

"Negosiasi dimulai di Islamabad dan pihak Amerika mengajukan sebuah rencana yang berisi tuntutan yang berlebihan. Delegasi Iran secara tegas menolak rencana tersebut," ujarnya.

Menurut Gharibabadi, setelah proposal ditolak, delegasi AS menyatakan bahwa perundingan akan dianggap gagal apabila Iran tidak menerima rencana yang diajukan.

"Pihak Amerika menyatakan bahwa jika rencana ini ditolak, negosiasi akan dianggap gagal. Pada akhirnya, hal itulah yang terjadi dan delegasi Amerika meninggalkan perundingan," katanya.

Ia menegaskan tidak ada desakan maupun permintaan dari pihak Iran agar pembicaraan tetap berlanjut. Sikap tersebut disebut menjadi bagian dari prinsip diplomasi yang dijalankan Republik Islam Iran.

"Tidak ada desakan ataupun permintaan dari delegasi Iran untuk melanjutkan negosiasi. Pendekatan ini merupakan contoh diplomasi yang bermartabat dari Republik Islam Iran," ujarnya.

Selain membahas jalannya negosiasi, Gharibabadi juga menyinggung perkembangan terkait Selat Hormuz. Ia mengatakan Oman memfasilitasi pembicaraan antara kedua pihak setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat.

Dalam perundingan tersebut, pihak lawan meminta agar jalur pelayaran di bagian selatan Selat Hormuz tetap dibuka sementara hingga proses negosiasi mencapai kesimpulan. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Iran.

"Pihak lain bersikeras agar jalur selatan yang telah dibuka untuk lalu lintas kapal tetap dibuka hingga negosiasi mencapai kesimpulan, tetapi delegasi Iran tidak menerima usulan itu," katanya.

Gharibabadi menegaskan Iran telah menyampaikan sejak awal bahwa kebijakan terkait Selat Hormuz tidak akan berubah, apa pun hasil pembicaraan yang berlangsung.

"Kami dengan jelas menyatakan bahwa apa pun hasil pembicaraan, kebijakan prinsip Republik Islam Iran telah jelas sejak awal perang dan usulan seperti itu tidak akan diterima," ujarnya.

Ia menambahkan Iran tetap melanjutkan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dan menerapkan blokade laut yang ketat sebagai bagian dari kebijakan yang telah ditetapkan.

"Kelanjutan pemblokiran Selat Hormuz dan penerapan blokade laut yang ketat juga merupakan contoh lain dari diplomasi yang bermartabat Republik Islam Iran," kata Gharibabadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|