Tentara Israel Defense Force (IDF) mengangkat peti mati rekannya, Elkana Vizel, di pemakaman militer Mount Herzl , Yerusalem, Selasa (23/1/2024). Elkana Vizel tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza. Sebenyak 21 tentara IDF tewas menyusul ambruknya gedung di Khan Yunis setelah terkena granat berpeluncur roket Hamas.
REPUBLIKA.CO.ID,BEIRUT — Eskalasi pertempuran di perbatasan selatan Lebanon-Palestina yang diduduki (Israel) kian memanas. Tentara penjajah terus menjadi korban penyergapan pejuang Hizbullah. Al Jazeera melaporkan pada Selasa (31/3/2026), otoritas militer Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon selatan.
Otoritas militer penjajah memperinci identitas tiga tentara yang tewas tersebut, yakni dua prajurit berusia 21 tahun dan satu prajurit berusia 22 tahun. Sementara itu, detail prajurit keempat masih dirahasiakan dengan alasan "namanya belum diizinkan untuk dipublikasikan." Dengan tambahan ini, sedikitnya 10 tentara Israel dilaporkan tewas di Lebanon Selatan sejak perluasan invasi dimulai awal bulan ini ke Lebanon.
Di sisi lain, perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, menegaskan komitmennya untuk terus membela kedaulatan tanah air dan rakyatnya. Melalui operasi balasan bertajuk "Devoured Straw" (Jerami yang Dimakan), Hizbullah meluncurkan serangkaian operasi militer tingkat tinggi yang menargetkan benteng-benteng pertahanan musuh.
Operasi ini melibatkan kombinasi serangan artileri, roket, dan drone bunuh diri yang secara konsisten membidik konsentrasi tentara serta kendaraan lapis baja Israel di sepanjang perbatasan dan pemukiman ilegal di wilayah utara.
"Perlawanan terus melakukan konfrontasi tanpa henti, serangan terkoordinasi, dan keterlibatan langsung dengan pasukan pendudukan untuk mendegradasi kemampuan tempur lawan," tulis pernyataan resmi Hizbullah, Selasa (31/3/2026).

8 hours ago
3
















































