Jalan Raya Raksasa di Maroko Resmi Gunakan Nama Donald Trump

1 hour ago 3

Jumali

Jumali Senin, 27 Juli 2026 09:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Maroko memberikan penghormatan khusus kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menamai sebuah jalan raya baru sepanjang 1.055 kilometer menggunakan namanya. Jalan yang diberi nama "President Donald J. Trump" tersebut membentang dari Tiznit hingga Dakhla, kota yang berada di kawasan Sahara Barat yang masih menjadi wilayah sengketa.

Keputusan tersebut menjadi perhatian dunia karena tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan kedekatan hubungan diplomatik antara Maroko dan Amerika Serikat yang telah terjalin selama lebih dari dua abad.

Melalui akun media sosial Truth Social pada Minggu, Trump menyampaikan apresiasi kepada Raja Maroko Mohammed VI atas penghormatan tersebut. Dalam unggahannya, Trump turut membagikan video yang memperlihatkan jalan raya dengan papan nama bertuliskan "President Donald J. Trump".

“Terima kasih kepada yang terhormat Raja Maroko Mohammed VI. Ini suatu kehormatan besar,” tulis Trump.

Presiden AS itu juga menyampaikan keinginannya untuk suatu saat mengunjungi jalan raya tersebut secara langsung.

“Saya berharap dapat menempuh seluruh panjang jalan raya yang hebat ini suatu hari nanti, semoga segera,” lanjutnya.

Penamaan jalan raya tersebut dinilai memiliki nilai simbolis yang kuat. Selain menjadi proyek infrastruktur penting yang menghubungkan wilayah selatan Maroko, jalur itu juga melintasi kawasan Sahara Barat yang selama puluhan tahun menjadi pusat sengketa politik di Afrika Utara.

Hubungan antara Maroko dan Amerika Serikat memang memiliki sejarah panjang. Kedua negara diketahui menjalin perjanjian persahabatan sejak 1786 dan hubungan diplomatik tersebut berlangsung tanpa terputus hingga kini. Sejarah tersebut menjadikan Maroko sebagai salah satu mitra diplomatik tertua Amerika Serikat.

Hubungan bilateral semakin menguat pada Desember 2020 ketika pemerintahan Donald Trump mengeluarkan proklamasi yang mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat. Keputusan itu menjadi titik penting dalam kebijakan luar negeri Washington terhadap kawasan Afrika Utara.

Pada saat yang sama, Maroko juga menyepakati normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kesepakatan diplomatik yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Meski demikian, status Sahara Barat hingga saat ini masih menjadi isu sensitif dalam geopolitik kawasan. Maroko mengusulkan model otonomi luas bagi wilayah tersebut dengan tetap berada di bawah kedaulatan Rabat.

Di sisi lain, Front Polisario yang didukung Aljazair tetap memperjuangkan referendum penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Sahara Barat. Perbedaan pandangan tersebut membuat penyelesaian konflik belum menemukan titik akhir meskipun berbagai upaya diplomatik terus dilakukan.

Pada Oktober tahun lalu, utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff menyatakan bahwa pihaknya sedang mendorong proses mediasi antara Maroko dan Aljazair guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengadopsi resolusi yang didukung Amerika Serikat dan memberikan dukungan terhadap usulan otonomi yang diajukan Maroko sebagai salah satu dasar pembahasan penyelesaian konflik.

Di tengah dinamika politik tersebut, penamaan jalan raya dengan nama Donald Trump dipandang sebagai simbol penghargaan Maroko terhadap kebijakan Washington yang selama beberapa tahun terakhir memberikan dukungan penting terhadap posisi negara itu dalam isu Sahara Barat.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah proyek infrastruktur dapat memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi transportasi semata, yakni menjadi simbol hubungan diplomatik, kepentingan geopolitik, dan sejarah kerja sama antara dua negara yang telah terjalin selama ratusan tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|