Jumali Jum'at, 24 Juli 2026 09:07 WIB

Hajime Moriyasu/ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah mengambil keputusan strategis mengenai masa depan kursi kepelatihan Timnas Jepang. Hajime Moriyasu, yang telah menangani tim senior sejak 2018, dipastikan hanya akan bertugas hingga pagelaran Piala Asia 2027.
Keputusan krusial ini dibahas dalam pertemuan JFA pada Kamis (23/7/2026) waktu setempat. Rencananya, estafet kepelatihan akan diserahkan kepada Go Oiwa, sosok juru taktik yang sebelumnya dipercaya menukangi Timnas Jepang U23 sejak 2021.
Reuters mengungkapkan, pergantian nakhoda ini diproyeksikan terjadi pada Februari 2027, setelah turnamen tingkat benua tersebut selesai. Langkah ini diambil JFA sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2030, dengan Oiwa yang diharapkan membawa Samurai Blue tampil lebih gemilang di panggung dunia.
Hajime Moriyasu sendiri telah menduduki jabatan pelatih kepala sejak usainya Piala Dunia 2018 di Rusia. Selama masa baktinya, ia berhasil membawa anak asuhnya menembus fase gugur di edisi 2022 di Qatar, meskipun harus takluk dari Kroasia lewat adu penalti.
Terbaru, ia mengantarkan tim ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebelum dihentikan oleh Brasil dengan skor tipis 1-2 di menit-menit akhir pertandingan. Di level benua, ia pernah memandu tim ke partai final Piala Asia 2019 walau dikalahkan Qatar, dan terhenti di perempat final oleh Iran pada edisi 2023.
Moriyasu akan menutup masa baktinya dengan misi membawa Jepang meraih gelar juara di Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Di sisi lain, sang suksesor, Go Oiwa (54 tahun), memiliki rekam jejak kepelatihan yang solid di liga domestik. Sebagai mantan pemain bertahan dengan tiga penampilan internasional, Oiwa telah membuktikan kemampuannya menangani tim U23 Jepang.
Selain mengambil alih tim senior, ia akan tetap merangkap jabatan sebagai pelatih Timnas Jepang U21 dalam rangka kelanjutan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kombinasi tanggung jawab ini menunjukkan kepercayaan besar JFA terhadap kapasitas Oiwa dalam mengelola program pengembangan pemain di berbagai level.
Piala Asia 2027 akan diselenggarakan di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Sebagai salah satu tim favorit dari 24 negara yang telah lolos kualifikasi, skuad Samurai Biru tergabung di dalam Grup F bersama Indonesia, Qatar, dan Thailand.
Kampanye penyisihan grup ini akan dimulai dengan laga pembuka yang mempertemukan Jepang melawan Indonesia pada 11 Januari 2027. Pertandingan ini tentu menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola di kedua negara. Indonesia, di bawah asuhan Shin Tae-yong, diharapkan mampu memberikan kejutan di hadapan lawan tangguh.
Di tengah kabar transisi kepelatihan ini, mencuat pula nama mantan bintang lapangan tengah Jepang, Keisuke Honda. Pemain yang telah mencatatkan 98 penampilan dan tampil di tiga edisi Piala Dunia (terakhir pada 2018) itu, baru-baru ini secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk ikut menangani tim nasional.
Ketertarikan Honda menambah dinamika menarik di tubuh federasi sepak bola Jepang, meskipun JFA tampaknya telah memiliki rencana matang dengan menunjuk Oiwa sebagai penerus Moriyasu. Dengan transisi ini, Jepang berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dan terus bersaing di kancah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































