Kapolri Imbau Pemudik Lebaran 2026 Jangan Memaksakan Berkendara

4 hours ago 1

Kapolri Imbau Pemudik Lebaran 2026 Jangan Memaksakan Berkendara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. /Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 untuk menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri saat berkendara. Imbauan ini disampaikan guna menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Idulfitri.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri setelah mengikuti kegiatan Safari Ramadan di Mapolda Jawa Timur, Sabtu. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

"Pesan saya, tolong hati-hati di jalan. Jangan terlalu memaksakan diri untuk cepat, santai, istirahat," kata Sigit dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Kapolri menjelaskan pengendara yang merasa kelelahan sebaiknya segera beristirahat dan tidak melanjutkan perjalanan dalam kondisi tubuh yang tidak prima. Kelelahan saat berkendara dalam perjalanan panjang dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Menurut dia, perjalanan mudik akan terasa lebih aman dan nyaman jika pemudik mengutamakan keselamatan serta mengatur waktu istirahat secara cukup selama perjalanan.

"Sehingga kita bisa bertemu dengan keluarga di tempat mudik nanti dalam kondisi sehat," ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menambahkan bahwa kepolisian bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi pemudik, termasuk posko pelayanan dan rest area yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat.

"Dan kami menyiapkan tempat-tempat untuk beristirahat. Kalau kemudian kondisi badannya capek, ada rest area, ada pos pelayanan terpadu, ada pos pelayanan yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat," kata Sigit.

"Disiapkan juga berbagai macam fasilitas mungkin takjil, persiapan sahur dan juga kontrol kesehatan," lanjutnya.

Ia menegaskan Polri sejak awal berkomitmen memberikan pelayanan serta pengamanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.

"Jadi, saya titip supaya angka kecelakaan juga bisa kita jaga, mudik bisa berjalan dengan baik dan Polri siap untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik di hari raya Idul Fitri tahun 2026 ini," ujarnya.

Dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran 2026, Polri mengerahkan sekitar 161.000 personel gabungan yang bertugas dalam Operasi Ketupat 2026. Personel tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri.

Selain menyiapkan personel, Polri juga mendirikan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 799 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah.

Pada pengamanan mudik tahun ini, Polri tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti sistem one way maupun contraflow. Kepolisian juga mulai mengembangkan transformasi layanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital untuk merespons situasi darurat di jalur mudik.

Salah satu layanan yang terus diperkuat adalah layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik. Layanan ini dirancang untuk mempercepat proses pelaporan sekaligus mempersingkat waktu respons petugas di lapangan.

Melalui layanan tersebut, masyarakat yang menghadapi situasi darurat di jalur mudik—baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan—dapat langsung terhubung dengan command center Polda atau Polres terdekat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|