Karyawan PT Freeport Tewas Ditembak di Grasberg Mimika

4 hours ago 3

Karyawan PT Freeport Tewas Ditembak di Grasberg Mimika Bus karyawan PT Freeport Indonesia ditembak oleh orang tak dikenal pada Selasa (5/6) pagi di ruas jalan utama tambang Mil 60 Distrik Tembagapura, Mimika. ANTARA - Dokumen Polres Mimika

Harianjogja.com, JAYAPURA—Insiden penembakan di area tambang PT Freeport Indonesia kembali terjadi. Seorang karyawan bernama Simson Mulia dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, Tembagapura, di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Peristiwa penembakan karyawan PT Freeport di Grasberg Mimika ini kini masih diselidiki aparat keamanan untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.

Peristiwa penembakan karyawan PT Freeport di kawasan Grasberg Mimika terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30–08.39 WIT. Saat kejadian, korban sedang berada di dalam kendaraan bersama rekannya dalam perjalanan menuju lokasi kerja di area reklamasi lama Grasberg.

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan terkait penembakan karyawan PT Freeport di Grasberg Mimika yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami baru mendapat laporan tentang kasus penembakan yang terjadi Selasa (11/3/2026) yang mengakibatkan meninggalnya karyawan PT Freeport,” kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani saat dihubungi dari Jayapura.

Ia menjelaskan personel Satgas Operasi Damai Cartenz masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan karyawan PT Freeport di kawasan Grasberg Mimika tersebut.

“Personel Satgas Damai Cartenz masih terus mendalami untuk memastikan siapa pelakunya,” katanya.

Hingga saat ini, aparat keamanan belum dapat memastikan apakah pelaku penembakan merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau pihak lain, karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban Simson Mulia saat kejadian sedang bersama rekannya bernama Abraham Marindal. Keduanya menggunakan mobil LWB untuk menuju area kerja guna melakukan pengecekan operasional di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg.

Kepala Kepolisian Sektor Tembagapura Ajun Komisaris Polisi Firman menjelaskan bahwa laporan awal menyebutkan korban dan rekannya sedang menjalankan aktivitas kerja rutin.

“Laporan yang kami terima saat itu mereka dalam perjalanan untuk pergi kontrol di area kerjanya,” jelas Firman saat dihubungi dari Timika.

Dalam peristiwa tersebut, Simson Mulia terkena tembakan di bagian telinga kanan yang menembus hingga telinga kiri, sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Abraham Marindal berhasil menyelamatkan diri setelah langsung melompat keluar dari kendaraan ketika mendengar suara tembakan dan melihat rekannya telah bersimbah darah. Ia mengalami luka lecet di bagian telapak tangan akibat kejadian tersebut.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit AEA Tembagapura untuk penanganan medis lebih lanjut.

Setelah kejadian tersebut, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Amole untuk pengamanan PT Freeport Indonesia Ajun Komisaris Besar Polisi Yendri segera mengerahkan personel menuju lokasi penembakan di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg.

“Sampai sekarang anggota masih berada di Grasberg dipimpin langsung oleh Kasatgas Amole. Sementara kami dari Polsek Tembagapura ada Kanit Patroli dan Kanit Reskrim juga ikut ke sana,” ujar Firman.

Meski demikian, polisi masih belum dapat memastikan identitas pelaku penembakan yang menewaskan karyawan PT Freeport di Grasberg Mimika tersebut. “Dugaan sementara dari OTK, kami belum bisa pastikan pelakunya,” kata Firman.

Menyusul peristiwa tersebut, pengamanan di area pertambangan PT Freeport Indonesia diperketat. Pengawasan dilakukan mulai dari wilayah dataran rendah seperti Pelabuhan Portsite Amamapare, Bandara Mozes Kilangin di Timika, dan Kuala Kencana hingga kawasan dataran tinggi di Tembagapura sampai Grasberg.

Sebelumnya, pada Februari lalu seorang anggota TNI juga dilaporkan meninggal dunia akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata di Mile 50 di Distrik Tembagapura saat dalam perjalanan dari Timika menuju Tembagapura.

Dalam kejadian tersebut, kelompok separatis KKB dilaporkan membawa kabur tiga senjata api milik korban, sehingga aparat keamanan meningkatkan pengamanan di wilayah sekitar area pertambangan PT Freeport Indonesia di Mimika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|