Kasus Kanker Terus Naik, Tes Genetik Bantu Tentukan Terapi Tepat

4 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—Pendekatan pengobatan kanker kini memasuki era yang lebih presisi. Karakteristik genetik kanker menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dokter dalam menentukan terapi kanker yang tepat, sehingga pengobatan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Perkembangan ini dinilai semakin penting di tengah meningkatnya jumlah kasus kanker di Indonesia. Dengan memahami profil molekuler dan genetik kanker, tenaga medis dapat memilih terapi yang lebih personal serta meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM, mengatakan terapi kanker presisi berbasis karakteristik genetik kini menjadi bagian penting dalam praktik onkologi modern.

"Dulu pendekatan pengobatan kanker lebih banyak menggunakan konsep yang sama untuk semua pasien. Namun sekarang kita memahami bahwa pada jenis kanker yang sama, karakteristik kankernya bisa berbeda sehingga terapinya juga perlu disesuaikan," kata Eka dalam konferensi pers mengenai penanganan kanker payudara dan kanker paru di Jakarta, Kamis.

Menurut Eka, pasien yang sama-sama didiagnosis kanker belum tentu memiliki respons pengobatan yang identik. Perbedaan karakteristik biologis dan molekuler pada sel kanker dapat memengaruhi efektivitas terapi yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa pengobatan kanker konvensional selama ini kerap menghasilkan respons yang beragam. Sebagian pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan, tetapi sebagian lainnya hanya mengalami respons terbatas atau bahkan tidak merespons terapi yang dijalani.

Kondisi tersebut mendorong berkembangnya pendekatan pengobatan kanker yang lebih personal. Melalui pemahaman karakteristik molekuler dan genetik setiap pasien, dokter dapat menyusun strategi terapi yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.

Menurut Eka, salah satu aspek yang kini semakin mendapat perhatian dalam dunia onkologi adalah profil molekuler kanker. Informasi tersebut tidak hanya membantu memahami perilaku penyakit, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan pilihan terapi yang lebih efektif.

"Karakteristik genetik ini menjadi komponen penting dalam pengambilan keputusan pengobatan kanker. Dengan memahami karakteristik tersebut, dokter dapat memilih terapi yang lebih sesuai dengan kondisi pasien," ujarnya.

Kebutuhan terhadap terapi kanker berbasis genetik semakin mendesak karena angka kejadian kanker di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Globocan 2022, Indonesia mencatat lebih dari 400 ribu kasus kanker baru setiap tahun. Kanker payudara dan kanker paru masih menjadi dua jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Tanah Air.

Eka menambahkan, beban penyakit kanker diperkirakan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan. Bahkan, angka kejadian kanker pada 2050 diproyeksikan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

Untuk mendukung pengobatan kanker yang lebih personal, dokter kini memanfaatkan pemeriksaan molekuler menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS). Teknologi tersebut memungkinkan identifikasi berbagai perubahan genetik yang terjadi pada sel kanker.

Melalui pemeriksaan NGS, dokter dapat memperoleh informasi lebih detail mengenai biomarker dan karakteristik molekuler kanker. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan terapi kanker yang tepat sesuai profil penyakit masing-masing pasien.

Selain kemajuan di bidang diagnostik, perkembangan terapi kanker juga berlangsung pesat. Berbagai terapi target kini dikembangkan untuk bekerja secara spesifik terhadap karakteristik molekuler tertentu yang ditemukan pada sel kanker.

Menurut Eka, kombinasi antara pemeriksaan genetik dan terapi yang sesuai diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus memberikan hasil yang lebih optimal bagi pasien.

"Memahami karakteristik kanker merupakan langkah penting untuk menentukan pengobatan yang lebih personal dan lebih presisi," kata Eka. Seiring berkembangnya teknologi kesehatan, pemanfaatan pemeriksaan genetik diperkirakan akan semakin luas dalam penanganan kanker payudara, kanker paru, maupun berbagai jenis kanker lainnya, sehingga terapi kanker yang tepat dapat diberikan berdasarkan karakteristik unik setiap pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|