Kasus Kekerasan Daycare Sleman, Esti Desak Penegakan Hukum

1 hour ago 1

Kasus Kekerasan Daycare Sleman, Esti Desak Penegakan Hukum Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati bertemu orang tua korban dari Daycare Little Aresha Yogyakarta pada Rabu (29/4/2026) di Sleman. Esti mendorong pemenuhan hak restitusi bagi para korban. - Harian Jogja // Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha Sleman mendapat sorotan serius. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mendesak aparat penegak hukum menuntaskan perkara ini secara adil dan transparan, sekaligus memastikan hak restitusi korban terpenuhi.

Usai bertemu dengan orang tua korban pada Rabu (29/4/2026) di Sleman, Esti menyampaikan sejumlah catatan penting. Salah satunya, seluruh pihak sepakat bahwa dugaan kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.

“Yang kedua, tentu kita berharap proses penanganan hukum ini akan berjalan serius, bahkan menjadi prioritas bagi para aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dengan berpijak kepada aturan perundangan yang berlaku,” tegas Esti.

Selain itu, ia menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan perkara. Esti meminta perkembangan kasus disampaikan secara terbuka kepada publik, namun tetap mengingatkan agar foto maupun video korban tidak disebarluaskan demi melindungi privasi anak.

Dalam aspek pemulihan korban, Esti menyoroti hak restitusi yang harus dipenuhi. Ia menegaskan bahwa korban berhak mendapatkan ganti rugi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Secara hukum memang para korban ini yang diwakili oleh kuasa hukum dan tentu saja para orang tua ini, berhak mendapatkan restitusi. Maka sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022, secara detail di situ diatur tentang bagaimana soal restitusi ini,” ungkapnya.

Ia pun mendorong para orang tua untuk segera menyiapkan dokumen dan kebutuhan administratif guna mendukung proses pengajuan restitusi tersebut. Esti juga mengingatkan agar orang tua tetap memprioritaskan pendampingan terhadap anak selama proses berlangsung.

“Saya menitipkan pesan Bapak Ibu, saya berharap Bapak Ibu dalam waktu dekat ini masih konsentrasi untuk anak-anak. Kalau nanti ada persoalan izin, saya akan turut membantu, walaupun mungkin tidak bisa dua-duanya, kalau itu adalah Bapak Ibu bekerja semua, mungkin salah satu bergantian untuk bisa mendapatkan izin di dalam proses menangani anak,” tegasnya.

Di sisi lain, Esti menanggapi reaksi publik berupa aksi corat-coret di bangunan Daycare Little Aresha. Ia mengingatkan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian penting dari barang bukti yang harus dijaga keutuhannya.

“Siapa yang tidak marah? Bahkan saya pun marah kok. Hanya saya berharap untuk kemarahan ini tidak perlu merusak. Ini kan tempat yang bisa kita jadikan bagian dari bukti tempat terjadinya peristiwa itu. Jangan sampai kita justru merusak yang bisa kita menghilangkan bukti-bukti yang berada di tempat itu,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap menahan diri dan mendukung proses hukum yang berjalan agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku tanpa merusak alat bukti di lokasi kejadian.

“Maka saya berharap seluruh masyarakat, kita pasti marah, kita pasti akan mengatakan ini tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan, kita dukung sepenuhnya aparat penegak hukum untuk bisa segera menindak para pelakunya dengan seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku, dan untuk tempat-tempat sebagai bukti, jangan dirusak,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|