Kebakaran di DIY Melonjak Saat Kemarau, Polda Intensifkan Patroli Titik Api

1 hour ago 4

Kebakaran di DIY Melonjak Saat Kemarau, Polda Intensifkan Patroli Titik Api

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan ditemui di Mapolda DIY pada Rabu (26/8/2026)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus kebakaran di wilayah DIY mengalami peningkatan selama musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut mendorong Polda DIY meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan memperketat pemantauan terhadap wilayah yang rawan kebakaran.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan mengatakan Mabes Polri telah memberikan petunjuk arah (jukrah) kepada seluruh Polda agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama sehingga potensi terjadinya kebakaran juga meningkat.

"Jogja sendiri juga ada kebakaran tapi memang skalanya masih kecil," terang Ihsan pada Rabu (26/8/2026).

Gunungkidul, Bantul, Sleman Jadi Perhatian

Polda DIY telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres/Polresta, terutama di wilayah yang dinilai rawan seperti Gunungkidul, Bantul, dan Sleman, untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi atau setidaknya dapat diminimalisasi.

Ihsan mengatakan fungsi Bhabinkamtibmas juga dioptimalkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Sementara personel Samapta diminta mengintensifkan patroli di kawasan rawan sekaligus mengantisipasi dan menangani titik api yang ditemukan.

"Tentunya berkoordinasi dengan instansi terkait. Karena terkait hal ini kan tidak cukup Polri, tapi perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait, antara lain BNPB, kemudian juga Pemadam Kebakaran, kemudian dari Pemda juga," ujarnya.

Kebakaran Meningkat, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Ihsan mengakui kejadian kebakaran di DIY saat ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Salah satu kebakaran yang cukup besar terjadi di wilayah Pundong, Bantul, dan bahkan merembet ke arah Gunungkidul.

"Ini sudah ada peningkatan ya jika dibandingkan periode-periode sebelumnya. Sehingga sekali lagi dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar," tuturnya.

Meski jumlah kejadian meningkat, polisi sejauh ini belum menemukan indikasi adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Ihsan mengatakan kebakaran yang terjadi sementara ini diduga muncul secara alami akibat kondisi cuaca yang sangat panas.

"Sementara masih alami. Tapi penyidik terus melakukan pendalaman ya, tapi untuk saat ini masih alami saja karena memang luar biasa panasnya dalam beberapa bulan terakhir ini," tandasnya.

Polisi Siap Proses Hukum Jika Ada Pembakaran Sengaja

Polda DIY tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus kebakaran yang terjadi. Ihsan menegaskan kepolisian akan mengambil tindakan hukum apabila nantinya ditemukan unsur kesengajaan atau tindak pidana.

"Apabila memang ada pelanggaran ataupun tindak pidana dalam hal mungkin membakar dan sebagainya, kita akan tegas melakukan proses hukum. Tapi sampai saat ini memang kita mengedepankan upaya-upaya pencegahan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa proses hukum terhadap pelaku pembakaran merupakan amanah undang-undang.

"Ya itu amanah undang-undang ya. Kalau memang ada ya, tentunya kita akan proses. Tahun-tahun sebelumnya saya kira ada. Iya, pidana. Karena itu amanah undang-undang," imbuh Ihsan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|