Kebakaran Pasar Modern BSB Semarang, 179 Kios Terdampak

3 hours ago 3

Kebakaran Pasar Modern BSB Semarang, 179 Kios Terdampak

Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak. /Espos.

Harianjogja.com, SEMARANG—Kebakaran melanda Pasar Modern BSB di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (26/7/2026) siang. Api yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas di sebuah warung soto dengan cepat membesar dan menjalar ke deretan kios sehingga memicu kepanikan pedagang maupun pengunjung.

Puluhan kios hangus dilalap api, termasuk lapak penjual buah, sayur, hingga pakaian. Berdasarkan data sementara, sekitar 179 kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Petugas kebersihan Pasar Modern BSB, Wawan, mengatakan kebakaran terjadi saat aktivitas jual beli sedang berlangsung. Kobaran api membuat para pedagang dan pembeli berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.

"Masyarakat yang di dalam pasar pada shock dan berhamburan keluar. Kobaran api juga besar, jadi sumber api itu dari warung soto terus merembet ke dalam kios utama," ujarnya.

Wawan mengungkapkan pengelola pasar bersama sejumlah pedagang sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api terlanjur membesar sehingga sulit dikendalikan.

"Saya saat kejadian lagi membersihkan meja foodcourt dan mendengar suara tabung gas bocor. Terus api membesar ke atas dan orang-orang berhamburan," katanya.

Seorang pedagang, Nunik, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya karena api membesar dalam waktu singkat.

"Apinya besar banget dari warung soto, saya dan para pedagang lari keluar. Nggak mikir untuk menyelamatkan barang dagangan, ini baru pertama kali kejadian. Api dari luar (foodcourt) masuk ke kios utama," tuturnya.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak empat armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.

Menurut Tantri, dugaan sementara kebakaran bermula saat pemilik warung soto hendak memasang tabung gas. Diduga terjadi kebocoran gas, sementara di dekatnya masih terdapat kompor yang menyala.

"Jadi dari kompor yang masih menyala itu menyambar gas yang bocor, kemudian timbul api yang cukup besar. Di atas kios juga terdapat peredam panas atau plafon, sehingga api sangat cepat merambat ke dalam kios," jelasnya.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar 40 menit setelah proses pemadaman dimulai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian besar kios mengalami kerusakan akibat kebakaran, bahkan satu kios pakaian dilaporkan hangus seluruhnya.

"Informasi yang kami dapatkan ada sekitar 179 kios, sebagian besar terdampak kebakaran. Tapi untuk total kerugiannya belum kami hitung," kata Tantri.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap kios yang terdampak sekaligus menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Polisi dan tim terkait juga akan menginventarisasi kerugian yang dialami para pedagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|