Kemenag Siapkan Ponpes untuk Tampung Santriwati Padepokan Padang Ati Pekalongan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Moh Irkham, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan setidaknya lima pondok pesantren (ponpes) untuk menampung santriwati dari Padepokan Padang Ati. Saat ini aktivitas di padepokan tersebut telah dihentikan menyusul kasus kekerasan seksual terhadap santriwati yang diduga dilakukan pengasuhnya. 

Irkham mengungkapkan, Padepokan Padang Ati hanya menampung santriwati. Jumlahnya mencapai 350-an orang. Jenjang pendidikan mereka beragam, yakni mulai dari madrasah ibtidaiah hingga madrasah aliyah. 

Menurut Irkham, saat ini fokus Kemenag Kabupaten Pekalongan adalah memastikan para santriwati tersebut dapat melanjutkan aktivitas belajarnya. “Kami sudah menginstruksikan ke pondok-pondok sekitar, mohon pada wali santri, agar pembelajaran keagamaan di Padepokan Padang Ati bisa berlanjut ke pondok-pondok yang lain karena mereka sudah lama belajar,” ucapnya ketika diwawancara, Sabtu (30/5/2026). 

Dia menambahkan, sementara ini sudah terdapat lima ponpes yang siap menampung para santriwati Padepokan Padang Ati. “Ada empat ponpes dan satu ponpes di luar wilayah Kabupaten Pekalongan yang pengurusnya sudah menyatakan siap menampung santri maupun siswi dari Padepokan Padang Ati,” ujarnya. 

Kendati demikian, Irkham mengatakan, keputusan soal pemindahan santriwati Padepokan Padang Ati ke ponpes yang telah disiapkan Kemenag Kabupaten Pekalongan tetap menjadi kewenangan wali atau orang tua masing-masing. “Tentu kewenangan ada pada orang tua wali murid masing-masing. Apakah sementara mau di rumah atau sementara didampingi orang tua atau mau melanjutkan ke pesantren,” ungkapnya. 

Irkham mengungkapkan, kepada pesantren-pesantren yang sudah menyatakan siap menerima para santriwati Padepokan Padang Ati, pihaknya juga sudah memberikan instruksi khusus. Kemenag Kabupaten Pekalongan meminta agar pesantren-pesantren terkait memberi perlakuan dan pengawasan khusus kepada santriwati pindahan dari Padepokan Padang Ati. 

“Hal itu agar tidak terjadi beban emosional. Karena yang namanya anak kumpul dengan santri lain, apalagi telah mendengar berita seperti ini, pasti ditanya-tanya dan lain sebagainya. Jadi biar mereka psikisnya pulih supaya bisa tenang belajar,” ucap Irkham.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|