Kenali Tanda Telepon dari Maling M-Banking, Ini Cirinya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Penipuan untuk menguras isi M-banking masih kerap terjadi. Salah satu yang digunakan adalah menggunakan metode bernama vishing.

Vishing merupakan modus phishing dengan suara. Para penipu berusaha memancing korban agar mau menyerahkan akses atau informasi penting miliknya secara sukarela atau tidak sadar.

Biasanya korban akan diminta mengklik link tertentu atau mendownload file. Ternyata keduanya bermuatan malware yang bisa berbahaya bagi ponse.

Ada sejumlah ciri-ciri modus ini, berikut informasinya:

1. Mengaku dari pemerintah atau perusahaan besar

Para penipu biasanya mengaku dari lembaga pemerintah atau perusahaan besar tertentu. Mereka akan berusaha mengintimidasi korban dengan perannya yang memiliki otoritas.

2. Menawarkan kesepakatan atau hadiah

Modus lainnya adalah mengaku membagikan hadiah atau menawarkan kesepakatan tertentu. Jangan mudah percaya dengan penawaran yang kelihatannya baik itu karena kemungkinan besar adalah penipuan.

3. Tidak tahu nama Anda

Biasanya para penipu akan menelepon dengan sapaan umum tanpa menyebut nama orang yang dihubungi. Waspada jika Anda menerima telepon itu karena petugas resmi akan mengetahui siapa yang mereka hubungi.

4. Penipu mengklaim ada utang yang belum dibayar

Pelaku juga biasanya akan menggunakan taktik intimidasi klasik kepada korbannya. Misalnya utang yang belum dibayar dan akan mendapatkan denda atau hukuman penjara. Langsung tutup telepon jika ragu dengan panggilan tersebut dan hubungi perusahaan resmi untuk menanyakan kebenarannya.

5. Meminta informasi sensitif

Para pelaku akan meminta data pribadi, seperti nomor KTP ataupun kartu kredit. Ingat jangan pernah memberikan data apapun kepada orang yang tidak dikenal.

6. Perangkat terinfeksi malware

Anda juga perlu waspada jika ada yang memberitahu perangkat terinfeksi malware atau virus. Jangan pernah menginstal software dari jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer.

7. Meminta informasi pribadi yang seharusnya sudah diketahui

Sama seperti permintaan informasi sensitif, jangan berikan data informasi pribadi kepada siapapun. Apalagi jika data tersebut harusnya diketahui oleh perusahaan resmi.

8. Ada jeda saat menjawab telepon

Biasanya akan ada jeda saat menjawab telepon, karena mereka menggunakan teknologi panggilan otomatis untuk menghubungkannya dengan korban.


(dem/dem)

Saksikan video di bawah ini:

Video: DPR RI Bicara Bisnis Asuransi di Tengah Isu Soal Over Utilisasi

Next Article Awas! Ada Modus Baru Maling M-Banking, Rekening Auto Ludes

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|