Aktivis membentangkan poster dalam aksi solidaritas doa bersama untuk Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Aksi tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada Andrie Yunus yang tengah menjalani perawatan usai mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Badko HMI Jabar Siti Nurhayati Barsasmy mendapatkan ancaman pesan teror dari orang tidak dikenal usai menyuarakan kasus penyiraman air keras dengan korban aktivis Kontras Andrie Yunus. Ia mengaku banyak pihak yang hendak membantunya.
"Saya diminta untuk diam bahkan disebutkan posisi ibu saya. Mereka mengancam, jika saya tidak menghapus foto atau video akan bernasib seperti Bang Andri," ucap dia belum lama ini kepada wartawan.
Ia melanjutkan terdapat ancaman teror juga yang dikirimkan ke Instagram Badko HMI Jabar melalui direct message. Bahkan, orang tidak dikenal itu mengancam akan menghancurkan organisasi.
"Ada dua akun di kolom komentar video Instagram saya yang menuliskan narasi meminta video dihapus dengan ancaman organisasi akan dihancurkan," kata dia.
Setelah mendapatkan ancaman teror, ia mengaku mendatangi Polres Garut untuk meminta perlindungan. Aparat kepolisian pun mengecek dan memastikan kondisinya agar tetap aman.
"Saya belum membuat laporan resmi. Saya memilih langsung ke media karena ingin fokus mengawal kasus ini," kata dia. Ke depan, ia mengaku akan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan saksi dan korban serta Komisi III.

3 hours ago
2
















































