Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir Pimpin DPC PPP Bantul

2 hours ago 1

Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir Pimpin DPC PPP Bantul Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir. Dok Istimewa

BANTUL — Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bantul untuk periode 2026–2031.

Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Musycab) ke-10 yang digelar di Joglo Yoso, Palbapang, dan ditutup pada Minggu (26/4) sore.

Kesepakatan bulat datang dari seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Bantul yang berjumlah 17.

Mereka menunjuk politikus senior tersebut untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari Eko Sutrisno Aji, yang sebelumnya menjabat Ketua DPC PPP periode 2021–2026 dan kini mengemban tugas di kepengurusan DPW PPP DIY.

Usai dipilih, nama Jumakir selanjutnya akan diajukan ke DPP PPP di Jakarta guna mendapatkan pengesahan resmi.

Ketua DPW PPP DIY, HM Yazid, menegaskan pelaksanaan Musycab merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang telah diatur dalam aturan partai.

“Musycab di Bantul adalah kegiatan konstitusional partai setelah muktamar, maksimal tiga bulan menggelar muswil. Kita sudah Muswil DIY dan maksimal tiga bulan harus menggelar Musycab. Jadi ini sudah diatur dalam AD/ART partai,” kata Yazid, Minggu sore.

Ia menambahkan, forum Musycab juga menjadi ruang evaluasi atas kinerja DPC PPP Bantul selama periode sebelumnya. Menurutnya, capaian yang dinilai kurang optimal perlu diperbaiki, sementara hal-hal yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan dan diperkuat.

Selain evaluasi, Musycab juga dimanfaatkan untuk menyusun langkah strategis ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, terutama dalam menghadapi Pemilu 2029.

Yazid mengakui, secara perolehan suara PPP di Bantul mengalami peningkatan pada pemilu terakhir, meski belum diikuti dengan penambahan jumlah kursi di DPRD yang masih bertahan di angka dua.

“Bantul sukses karena jumlah suara naik pada pemilu lalu, hanya kuantitas kursi tidak naik yakni dua kursi,” katanya.

Ke depan, pihaknya menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Bantul dapat terisi wakil dari PPP. Dengan enam dapil yang ada, minimal empat kursi menjadi target realistis yang ingin dicapai pada pemilu mendatang.

Yazid juga melihat adanya peluang politik yang cukup terbuka bagi PPP. Ia menyebut, belakangan ini sejumlah tokoh politik mulai bergabung secara sukarela tanpa adanya tekanan maupun iming-iming tertentu.

“Saya merasakan angin politik sekarang berembus menguntungkan PPP karena banyak tokoh politik secara sukarela bergabung ke PPP tanpa paksaan, tanpa iming-iming, atau adanya tekanan. Misal di Sleman sudah ada deklarasi tokoh partai lain masuk PPP, di Gunungkidul dan Bantul juga ada,” katanya.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bantul, Eko Sutrisno Aji, SE, mengungkapkan Musyawarah Cabang bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi momentum melakukan evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan strategi kemenangan Partai Persatuan Pembangunan.

“Ke depan saya mengajak seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan, marilah kita rapatkan barisan, melupakan perbedaan yang kemarin telah terjadi, kita satukan visi dan misi untuk kepercayaan partai. Partai Persatuan Pembangunan harus hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata,” ujar Eko.

Dijelaskan, melalui Musycab dapat menghasilkan pimpinan yang amanah, solid, dan mampu membawa perubahan positif. Musyawarah Cabang harus dijadikan ajang melahirkan program kerja komplet dan taktis untuk kemenangan PPP di pemilu mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|