Kisah Adus Salam, Jalani Dakwah Lewat Profesi Juru Sembelih Halal

1 day ago 9

Sejumlah petugas memotong daging hewan kurban untuk didistribusikan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/5/2026). Masjid Istiqlal menggelar penyembelihan hewan kurban Hari Raya Iduladha pada hari ini. Total terdapat 78 hewan kurban yang disembelih, terdiri atas 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing.Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada individu setelah proses penyembelihan. Daging kurban akan disalurkan kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang telah didata oleh pihak masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- “Penyembelihan hewan bukan hanya harus halal sesuai syariat Islam, tetapi juga dilakukan secara ihsan. Kita tidak boleh kasar, apalagi menyakiti hewan. Dalam konsep ihsan, ada nilai kasih sayang dan kesejahteraan hewan yang harus dijaga,” kata Adus Salam.

Adus Salam merupakan juru sembelih halal asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Saat ini, ia menjabat sebagai penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) organisasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Jakarta Selatan, yang berdiri sejak 2016.

Ia sendiri bergabung dengan Juleha Indonesia pada 2017. Namun, kecintaannya terhadap dunia penyembelihan hewan sejatinya telah tumbuh sejak kecil.

Profesi itu diwariskan langsung oleh orang tuanya yang juga berprofesi sebagai penyembelih hewan. Sejak kecil, Adus sudah akrab dengan proses penyembelihan dan sering memperhatikan cara orang tuanya bekerja.

“Dari kecil saya sudah melihat proses penyembelihan, lalu ikut-ikutan mencontoh orang tua, meski saat itu belum terarah. Sampai akhirnya saya bertemu dengan organisasi Juleha Indonesia,” ujarnya.

Menyembelih hingga ke Brunei

Pengalaman Adus bersama Juleha membawanya menembus dunia internasional. Pada 2021, ia mendapat kesempatan terbang ke Brunei Darussalam setelah seorang begawan di negara tersebut membutuhkan tenaga ahli untuk rumah pemotongan hewan.

“Saya diseleksi dari 80 orang, lalu terpilih empat orang. Alhamdulillah lulus dan terbang ke Brunei. Kami khusus dipekerjakan untuk Idul Adha di sana. Memang Brunei masih kekurangan tenaga terampil di bidang penyembelihan,” ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|