Konflik 2 Negara Muslim Pecah Lagi, Serangan Jet Tewaskan 400 Warga

5 hours ago 3
Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Seorang tentara Taliban berjalan di lokasi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Sedikitnya 400 orang tewas dan 250 luka-luka dalam serangan udara Pakistan terhadap rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba konflik antara kedua negara tetangga tersebut, menurut Taliban Afghanistan dilansir dari Reuters. (REUTERS/Yunus Yawar)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Nampak puing-puing bangunan yang hangus berserakan dan sao terlihat mengepul dari beberapa bangunan. (REUTERS/Sayed Hassib)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Beberapa bangunan juga hancur menjadi tumpukan kayu dan logam, hanya sejumlah tempat tidur susun yang masih utuh dan barang-barang pribadi berserakan. (REUTERS/Yunus Yawar)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Pakistan menolak klaim tersebut sebagai palsu dan menyesatkan dan mengatakan bahwa mereka "secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris" pada Senin (16/3) malam. (Handout via REUTERS)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Serangan udara itu terjadi beberapa jam setelah China mengatakan tetap siap untuk melanjutkan upaya meredakan ketegangan antara negara-negara Islam Asia Selatan tersebut dan mendesak keduanya untuk menghindari perluasan perang dan kembali ke meja perundingan. (Handout via REUTERS)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Konflik yang dimulai bulan lalu itu adalah yang terburuk yang pernah terjadi antara kedua negara tetangga yang berbagi perbatasan sepanjang 2.600 km (1.600 mil).  (REUTERS/Sayed Hassib)

Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Sayed Hassib)

Konflik tersebut sempat mereda di tengah upaya negara-negara sahabat, termasuk China, untuk menengahi dan mengakhiri pertempuran sebelum kembali berkobar. (Handout via REUTERS)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|