Korban Tewas KA Bekasi Jadi 14 Orang, 10 Jenazah Belum Teridentifikasi

2 hours ago 1

Korban Tewas KA Bekasi Jadi 14 Orang, 10 Jenazah Belum Teridentifikasi Polda Metro Jaya sebut 10 jenazah korban kecelakaan KA Bekasi belum teridentifikasi, total korban meninggal capai 14 orang. - Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur hingga kini masih belum teridentifikasi. Polda Metro Jaya terus melakukan proses identifikasi untuk memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada keluarga.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa seluruh jenazah tersebut saat ini berada di RS Polri Kramat Jati dan masih dalam proses pencocokan identitas.

"Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga," katanya, Selasa (28/4/2026).

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga setelah insiden tersebut untuk segera mendatangi RS Polri Kramat Jati guna membantu proses identifikasi.

"Langkah ini dilakukan guna membantu proses pencocokan data serta mempercepat pengidentifikasian korban," ucapnya.

Selain proses identifikasi, aparat kepolisian turut terlibat dalam penanganan pascakejadian, mulai dari pengamanan lokasi hingga proses evakuasi korban di lapangan.

“Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur saat sebuah kendaraan melintas di perlintasan rel. Pada waktu bersamaan, kereta api melaju sehingga tidak dapat menghindari tabrakan yang mengakibatkan korban jiwa.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengevakuasi korban. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, bertambah menjadi 14 orang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan pembaruan data korban berdasarkan laporan terbaru pada Selasa (28/4/2026) pagi.

"Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata Bobby.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara 84 korban luka menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur tersebut meninggalkan duka mendalam. KAI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal maupun korban luka yang masih menjalani perawatan.

Sejak awal kejadian, fokus utama penanganan diarahkan pada keselamatan dan kondisi penumpang. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena sejumlah korban membutuhkan penanganan khusus.

Seluruh tahapan evakuasi dan penanganan dilaksanakan dengan pertimbangan medis serta keselamatan, melibatkan tim gabungan dari tenaga kesehatan, Basarnas, KAI, dan pihak terkait lainnya secara terkoordinasi.

KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan.

Selain itu, barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi telah diamankan melalui layanan lost and found, dengan pendataan yang dilakukan bersama aparat kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.

Sebagai bagian dari layanan darurat, KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi yang akurat. Masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk informasi lebih lanjut.

Sementara itu, operasional stasiun masih dibatasi. Penumpang KRL sementara dilayani hingga Stasiun Bekasi, sedangkan jalur hilir telah dibuka kembali dengan pengaturan terbatas untuk menjamin keselamatan perjalanan.

Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, menyatakan pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan penanganan intensif terhadap insiden tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kembali menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada pelanggan atas kejadian ini.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak," katanya.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” tambah Anne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|