Kota Bandung Banjir, Walkot Farhan Salahkan Sampah di Saluran Drainase dan Cuaca Ekstrem

1 week ago 23

Warga menggunakan perahu kayu saat banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bandung dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, terdapat sampah di saluran drainase yang membuat air meluap.

"Ya, banjir kemarin itu memang karena beberapa hal ya. Selain cuaca ekstrem, juga memang saluran-saluran pembuangan itu banyak tersumbat oleh sampah," ucap dia, Senin (13/4/2026).

Saat banjir beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan berhasil mengangkut 300 meter kubik sampah di drainase dan sungai yang menghambat. Ke depan, pihaknya akan memaksimalkan petugas gober untuk mengangkut sampah tersebut.

Pihaknya berinisiatif memberikan insentif untuk pegawai Gober tersebut. Ia pun memastikan bahwa kolam retensi yang dibuat berfungsi untuk mengantisipasi banjir.

"Luapan yang terjadi adalah luapan sungai yang rata-rata sudah tersumbat oleh sampah," ungkap dia.

Ia memperkirakan sampah terus bertambah karena sampah di sungai sangat banyak. Langkah terdekat, ia menyebut adalah dengan mengangkut sampah dari sungai.

"Ketika sampah sungai itu kita angkut, surutnya juga cepat sekali. Kalau yang di dinas perhubungan ya cekungan ya, ketika hujan ada luapan ya masuk situ. Itu udah kita pompa, kemarin itu udah kita pompa. Itu mah harus dipompa, nggak bisa turun sendiri," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|