Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat Akibat Asap Karhutla Sumsel

12 hours ago 5

Kualitas udara di Palembang di level tertinggi sangat tidak sehat..

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level tertinggi, yakni sangat tidak sehat. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB, kualitas udara di Palembang tercatat sangat tidak sehat. Pemantauan dilakukan melalui Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang yang mendeteksi tingginya konsentrasi partikel halus akibat kabut asap.

Wandayantolis menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 ini menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus di Stasiun Musi 2 Palembang sempat mencapai angka tertinggi 235,6 µg/m³. Angka ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh asap karhutla dari beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa angin hingga menyelimuti Kota Palembang.

Meski demikian, Wandayantolis menyampaikan bahwa konsentrasi PM2.5 berangsur menurun. "Hingga siang tadi sudah turun ke 68,6 µg/m³," ungkapnya.

Terkait situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan. "Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," pungkas Wandayantolis.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|