Kulonprogo Lepas 384 Calon Jemaah Haji, Termuda 19 Tahun

2 hours ago 2

Kulonprogo Lepas 384 Calon Jemaah Haji, Termuda 19 Tahun Sejumlah fasilitas tambahan mulai disiapkan Novotel-Ibis demi mendukung keberhasilan operasional embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Harian Jogja - Khairul Ma'arif /

Harianjogja.com, KULONPROGO — Sebanyak 384 calon jemaah haji asal Kulonprogo resmi dilepas oleh Bupati Kulonprogo Agung Setyawan pada Jumat (17/4/2026). Prosesi pelepasan sekaligus menjadi momen pamitan para jemaah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

Dari total jemaah tersebut, komposisi perempuan mendominasi dengan 214 orang, sedangkan jemaah laki-laki berjumlah 170 orang. Tahun ini juga tercatat adanya jemaah termuda berusia 19 tahun atas nama Khoirudin Arbani dari Kedunggong, Wates, yang berangkat menggantikan orang tuanya yang telah wafat. Sementara jemaah tertua berusia 85 tahun, yakni Satiyo.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulonprogo, Mulyono, menjelaskan bahwa seluruh jemaah terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Kloter pertama terdiri dari 354 jemaah, kloter kedua terdapat satu jemaah optimalisasi, kloter ketujuh satu jemaah cadangan, serta kloter 26 sebanyak 28 jemaah.

Embarkasi Haji Berbasis Hotel

Menariknya, tahun ini Kulonprogo menerapkan sistem embarkasi haji yang berbeda dari daerah lain di Indonesia. Novotel-Ibis ditetapkan sebagai asrama haji dengan seluruh fasilitas pendukung keberangkatan jemaah.

General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, menyampaikan bahwa persiapan keberangkatan haji perdana dijadwalkan pada 21 April 2026 pukul 23.30 WIB. Seluruh proses keberangkatan akan dipusatkan di hotel sebelum jemaah langsung menuju pesawat di bandara.

“Pemeriksaan insyaallah dari hotel. Kami sudah menyiapkan X-ray di tempat holding room sehingga di bandara jemaah tinggal menuju pesawat,” ujarnya.

Fasilitas Lengkap untuk Jemaah

Novotel-Ibis telah menyiapkan ratusan kamar yang tersebar dari lantai dua hingga lantai enam. Setiap kamar akan diisi tiga jemaah dengan fasilitas twin bed, queen bed, kamar mandi dalam, televisi, hingga layanan telepon ke resepsionis.

Selain itu, berbagai fasilitas penunjang seperti aula, tempat makan, hingga alat pemeriksaan keamanan (X-ray) juga disiapkan untuk mendukung kelancaran proses embarkasi. Mulai 20 April 2026, area hotel akan disterilkan dan hanya digunakan untuk operasional haji.

Sistem one stop security (OSS) diterapkan agar seluruh pemeriksaan dilakukan sebelum keberangkatan, sehingga proses di bandara menjadi lebih cepat dan efisien.

Pesan Bupati Kulonprogo

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agung Setyawan berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, disiplin, serta menjadi teladan bagi jemaah lain dari berbagai negara.

“Ibadah haji bukan sekadar ritual, tapi ujian kesabaran. Jadilah duta bangsa yang santun di mata dunia,” pesannya.

Dengan sistem embarkasi baru ini, Kulonprogo menjadi salah satu daerah percontohan dalam penyelenggaraan layanan haji berbasis fasilitas hotel di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|