Kunjungan Wisatawan Diprediksi Turun, Ini Strategi Pariwisata DIY

1 hour ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyiapkan lima strategi untuk menjaga kunjungan wisatawan saat memasuki periode low season September-November 2026. Langkah tersebut mencakup penguatan agenda wisata, paket perjalanan terpadu, promosi, kolaborasi industri, hingga penawaran berdasarkan segmentasi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Atik Sudarmi mengatakan berbagai strategi tersebut disiapkan untuk menyiasati periode ketika aktivitas wisata biasanya mengalami penurunan. Menurut dia, pelaku industri pariwisata perlu mengoptimalkan potensi pasar dan kegiatan yang tersedia.

Event Jadi Penggerak Kunjungan

Strategi pertama dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai agenda yang dapat menarik wisatawan ke DIY. Festival, konser, sport tourism, wisata budaya, kuliner, hingga kegiatan kreatif akan didorong untuk mengisi kalender kunjungan.

Atik mengatakan masyarakat maupun wisatawan dapat melihat berbagai agenda tersebut melalui Calendar of Event yang diterbitkan Dispar DIY secara tahunan dan bulanan.

Langkah kedua menyasar pelaku usaha pariwisata agar menawarkan paket wisata terpadu. Paket tersebut dapat menggabungkan akomodasi hotel, destinasi, kuliner, transportasi, serta berbagai aktivitas dalam satu penawaran.

"Misalnya paket wisata dapat menawarkan menginap selama dua malam yang dilengkapi kunjungan ke desa wisata dan gastronomy experience," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Low Season Dipromosikan sebagai Waktu Terbaik

Dispar DIY juga akan mendorong promosi dengan konsep low season = best season. Kampanye tersebut ditujukan untuk mengubah anggapan bahwa periode sepi selalu identik dengan waktu yang kurang menarik untuk berwisata.

Melalui pendekatan tersebut, low season justru diposisikan sebagai periode yang lebih nyaman karena destinasi tidak terlalu padat. Selain itu, harga perjalanan juga dinilai lebih bersahabat.

Strategi keempat dilakukan melalui kolaborasi lintas industri pariwisata. Dispar DIY mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, desa wisata, restoran, transportasi, atraksi, UMKM, dan event organizer membuat joint promotion serta paket perjalanan bersama.

Sementara strategi kelima adalah menyusun paket wisata berdasarkan segmentasi pasar. Segmentasi tersebut meliputi asal pasar, minat, usia, anggaran atau budget, serta lama wisatawan berada di DIY.

"Dan terakhir menyusun paket wisata berdasarkan segmentasi tertentu misal asal pasar, minat, usia, budget, dan berapa lamanya wisatawan tersebut di DIY," jelasnya.

GIPI Dorong Aktivasi Pokja

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji menilai keberadaan kelompok kerja (Pokja) yang telah dibentuk Dispar DIY penting untuk menjaga aktivitas pariwisata selama low season.

Menurut dia, berbagai Pokja seperti Pokja pendidikan, event, dan kesehatan dapat menjalankan perannya dengan menghadirkan kegiatan yang mampu menarik wisatawan. Event, kata Bobby, menjadi salah satu produk yang fleksibel untuk menggerakkan aktivitas pariwisata ketika kunjungan sedang sepi.

Untuk Pokja pendidikan, misalnya, industri pariwisata dapat menyasar momentum wisuda, kegiatan kampus, seminar internasional, dan agenda lainnya. Sementara Pokja event dapat berkolaborasi dengan industri pariwisata untuk menghadirkan kegiatan yang kuat menarik komunitas maupun audiens dari tingkat nasional dan internasional.

"Aktivasi Pokja kesehatan event wellness, medical tourism dan supporting health tourism diharapkan mampu mengisi di low season ini," ungkapnya.

Wisnus dan Wisman Sama-Sama Jadi Perhatian

Bobby mengatakan tantangan low season tidak hanya terjadi pada wisatawan nusantara (Wisnus), tetapi juga wisatawan mancanegara (Wisman). Karena itu, inovasi diperlukan untuk membuka pasar baru selama periode tersebut.

Di sisi lain, kondisi perekonomian dunia yang belum begitu bagus turut menjadi tantangan bagi sektor pariwisata. Meski demikian, kunjungan Wisman masih tertolong oleh nilai tukar rupiah yang turun sehingga peningkatan wisatawan mancanegara masih terlihat pada Juni-Agustus.

"Kalau untuk Wisnus memang cukup berpengaruh dengan kondisi perekonomian yang belum stabil dan daya beli yang sedang turun," paparnya.

Hotel Siapkan Diskon hingga Paket Hemat

Upaya menghadapi low season juga dilakukan sektor perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut hotel-hotel menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong tingkat okupansi.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari pemberian diskon hingga kegiatan Table Top Guyub Sesarengan.

"Sudah ke 13 terakhir di Surabaya bulan lalu dan memberikan paket hemat yang setiap hotel mempunyai cara yang berbeda-beda baik besaran harga dan isi paketnya serta diskon harga kisaran 10%-20% dari harga publish," kata Deddy.

Program Table Top Guyub Sesarengan tersebut telah digelar sebanyak 13 kali. Sementara paket hemat yang ditawarkan hotel memiliki besaran harga dan isi paket yang berbeda-beda, dengan diskon berkisar 10%-20% dari harga publish.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|