Laba BTN Melonjak 54 Persen hingga Mei 2026, Kredit Perumahan Tembus Rp 403 Triliun

4 hours ago 6

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu memberikan kuliah umum di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Bandung, Rabu (10/6/2026). BTN dan Unpad menjalin kerja sama Pemanfaatan dan Pelayanan atas Produk Jasa Perbankan. Melalui sinergi tersebut, BTN juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Unpad untuk mendapatkan pengalaman di industri perbankan melalui program magang serta peluang berkarier melalui Officer Development Program (ODP) BTN. Selain itu, BTN juga siap mendukung kebutuhan ekosistem kampus melalui layanan digital, solusi transaksi, hingga pembiayaan perumahan bagi sivitas akademika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — BUMN perbankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026. Jumlah ini meningkat 54,37 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6/2026), mengatakan kinerja tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Menurut dia, sektor perumahan yang menjadi fokus penyaluran kredit BTN masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar karena rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

"Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada," kata Nixon.

Ia menambahkan, BTN akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan guna mendukung kebutuhan pembiayaan rumah serta layanan keuangan pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi perseroan, pertumbuhan laba hingga Mei 2026 tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII), penyaluran kredit dan pembiayaan, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Pendapatan bunga bersih BTN hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 7,11 triliun atau naik 14,97 persen (yoy) dibandingkan Rp 6,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|