Jumali Kamis, 23 Juli 2026 13:17 WIB

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Rintangan terjal kembali menghadang langkah ganda putra andalan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di turnamen bulu tangkis super 1000 China Open 2026.
Pada babak 16 besar yang berlangsung di Changzhou, Kamis (23/7/2026), mereka harus mengakui ketangguhan pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, dengan skor akhir 18-21 dan 12-21. Hasil ini bukan hanya menandai berakhirnya perjuangan mereka di turnamen bergengsi tersebut, tetapi juga mengulang cerita lama yang menghantui performa Sabar/Reza setiap kali berhadapan dengan duet Negeri Ratu Elizabeth itu.
Kekalahan kelima secara beruntun ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi para penggemar bulu tangkis Indonesia yang berharap melihat kebangkitan Sabar/Reza. Pasangan yang berstatus unggulan keenam ini kembali gagal memecahkan misteri permainan Lane/Vendy yang dinilai bermain aman dan disiplin. Kegagalan ini menyiratkan adanya pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih dan Sabar/Reza sendiri untuk segera menemukan formula jitu sebelum pertemuan berikutnya.
Sabar Karyaman Gutama, usai pertandingan, dengan jujur mengakui bahwa keunggulan lawan terlihat sejak poin-poin awal. Menurutnya, Lane/Vendy tampil lebih percaya diri dan mampu mengendalikan irama permainan.
"Hari ini mereka jauh lebih safe mainnya, jauh lebih memegang kendali pertandingan. Mereka juga tadi depannya lebih cepat menurunkan bola daripada kami. Dengan kondisi lapangan yang berangin, mereka bagus dalam mengontrol laju shuttlecock saat menang angin atau kalah angin," ujar Sabar dalam keterangan resminya..
Kendali pertandingan yang dipegang oleh Lane/Vendy seakan membuat Sabar/Reza kesulitan mengembangkan pola serangan. Kecepatan di depan net yang dimiliki lawan menjadi faktor krusial, terutama dalam memanfaatkan kondisi lapangan yang memiliki sirkulasi angin cukup tinggi. Situasi ini berbanding terbalik dengan apa yang mampu ditampilkan oleh Sabar/Reza, yang terlihat masih mencari ritme permainan terbaik mereka.
Meski kegagalan ini menambah daftar panjang ketidakberhasilan melawan Lane/Vendy, Sabar tidak menunjukkan sikap putus asa. Alih-alih menyerah, ia justru menjadikan kekalahan beruntun ini sebagai bahan bakar untuk terus berbenah. "Sangat penasaran karena belum bisa menang dari mereka di lima pertemuan ini. Kami akan coba lagi ke depannya," ucap Sabar dengan nada tegas, menunjukkan tekad yang belum padam untuk keluar dari bayang-bayang kekalahan.
Senada dengan Sabar, Moh Reza Pahlevi Isfahani juga mengakui adanya kesulitan mendasar yang mereka hadapi. Ia menyoroti perbedaan karakter permainan Lane/Vendy yang dinilai unik dan sulit ditebak dibandingkan dengan lawan-lawan lainnya. “Kami belum menemukan pola main yang cocok untuk melawan mereka. Mereka itu mainnya safe dan saya merasa berbeda dari pemain-pemain yang lainnya. Tetapi kami nanti akan coba terus,” harap Moh Reza Pahlevi, yang tetap optimistis meskipun hasil yang diraih belum berpihak.
Pengakuan Reza ini mengindikasikan bahwa akar permasalahan bukan terletak pada faktor fisik semata. Ketidakmampuan menemukan pola permainan yang tepat menjadi tantangan taktis yang harus segera dipecahkan oleh Sabar/Reza. Perbedaan gaya bermain yang terlalu kontras dengan lawan lain membuat mereka kerap kehilangan momen penting. Ini menjadi catatan berharga bagi perkembangan pasangan ganda putra Indonesia yang tengah berusaha bangkit di kancah internasional.
Kekalahan di babak 16 besar China Open 2026 ini sekaligus memastikan bahwa Sabar/Reza harus mengubur mimpi untuk melangkah lebih jauh di turnamen yang mempertemukan para pebulu tangkis terbaik dunia. Meskipun perjalanan mereka terhenti, semangat untuk terus mencari kelemahan lawan tetap menyala. Fokus kini akan dialihkan pada turnamen-turnamen berikutnya, dengan harapan evaluasi yang dilakukan mampu membuahkan hasil positif dan mengakhiri tren negatif yang menghantui setiap kali bertemu Ben Lane/Sean Vendy
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































