Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023). - Harian Jogja/Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA — Momentum libur panjang Hari Buruh 2026 diperkirakan mendorong kenaikan kunjungan wisatawan ke Jogja, meski tidak terlalu signifikan.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebutkan tingkat reservasi hotel untuk periode 1–3 Mei 2026 per 29 April masih berada di kisaran 35% hingga 50%.
Meski demikian, ia optimistis okupansi hotel akan meningkat saat puncak libur panjang dan berpotensi mencapai 70% hingga 80%.
“Kalau dibanding hari biasa, lonjakan reservasi berkisar 15% hingga 30%,” ujarnya.
Menurut Deddy, pola pemesanan wisatawan saat ini cenderung berubah, di mana banyak tamu yang melakukan reservasi mendadak atau langsung datang ke hotel.
Namun, ia mengakui sejumlah faktor masih membatasi lonjakan kunjungan, salah satunya daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, kebijakan pembatasan bus masuk ke beberapa titik di Jogja juga dinilai belum tersosialisasi dengan optimal.
“Hal ini membuat sebagian travel agent dan wisatawan beralih ke destinasi lain,” jelasnya.
Sementara itu, Humas ASITA DIY, Iwan Sulistyanto, memperkirakan kenaikan kunjungan wisatawan selama libur panjang berada di kisaran 15% hingga 25%.
Ia menyebut angka tersebut tergolong moderat jika dibandingkan dengan momen libur besar seperti Lebaran atau akhir tahun, namun tetap memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.
Destinasi favorit wisatawan, lanjut Iwan, masih didominasi kawasan ikonik seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta kawasan Malioboro, Keraton, dan Taman Sari.
Selain itu, destinasi alam seperti kawasan Merapi, Kaliurang, serta pantai-pantai di Gunungkidul juga masih menjadi primadona. Destinasi kekinian seperti Heha Sky View dan Obelix Sea View juga tetap diminati wisatawan.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto, menambahkan bahwa kenaikan kunjungan wisata diperkirakan berada di kisaran 10% hingga 20%.
Menurutnya, kemudahan akses menuju Jogja serta munculnya destinasi wisata baru yang viral menjadi faktor pendorong utama.
Di sisi lain, kenaikan harga BBM dan LPG non-subsidi mulai berdampak pada biaya operasional sektor pariwisata, meski belum signifikan dalam jangka pendek.
“Dampaknya mulai terasa pada biaya transportasi dan paket wisata, tapi wisatawan umumnya tetap bepergian dengan menyesuaikan pengeluaran,” jelasnya.
Secara umum, libur panjang kali ini dinilai tetap memberikan dorongan positif bagi sektor pariwisata di Jogja, meskipun belum mampu mendongkrak kunjungan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































