Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) resmi meluncurkan Indonesia Nazhir Academy (INA) dalam rangkaian kegiatan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) resmi meluncurkan Indonesia Nazhir Academy (INA) dalam rangkaian kegiatan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi pengelolaan wakaf nasional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nazir.
INA dihadirkan sebagai pusat pembelajaran dan pembinaan yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Kehadirannya menjawab tantangan utama wakaf di Indonesia, yakni belum meratanya kualitas pengelolaan serta masih banyaknya aset wakaf yang belum produktif.
Ketua Panitia, Ahmad Faisal menegaskan, INA bukan sekadar program pelatihan biasa, melainkan bagian dari agenda besar transformasi wakaf.
“INA bukan sekadar program pelatihan, tetapi bagian dari upaya strategis membangun fondasi baru pengelolaan wakaf. Kita ingin memastikan bahwa nazir Indonesia tidak hanya amanah, tetapi juga profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (13/4/2026).
Melalui INA, ANI menargetkan lahirnya generasi baru nazir yang memiliki kompetensi manajerial, pemahaman fikih wakaf, serta kemampuan mengembangkan aset secara produktif. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong wakaf menjadi instrumen pembangunan ekonomi umat yang lebih berdampak luas.
Di luar peluncuran INA, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan silaturahim nazir nasional dan talk show amandemen wakaf yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut mempertegas bahwa penguatan wakaf Indonesia membutuhkan sinergi antara peningkatan kualitas SDM, pembaruan regulasi, dan tata kelola kelembagaan yang lebih profesional.
Presiden ANI Imam Nur Azis menyatakan, masa depan wakaf sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaannya. Ia menilai, kehadiran INA menjadi pijakan penting untuk mendorong wakaf Indonesia naik kelas dari sekadar potensi menjadi kekuatan nyata dalam pembangunan nasional.
Sebelumnya, ANI melakukan audiensi ke Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pertemuan ini dalam rangka sosialisasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ANI 2026.

1 week ago
20
















































