Macet Horor Pelabuhan Gilimanuk Tembus Puluhan KM, Ini Kata Menhub

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemacetan panjang yang sempat terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai berangsur terurai. Antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga lebih dari 30 kilometer kini telah berkurang signifikan.

Menteri PerhubunganDudyPurwagandhi menyebut situasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait dalam mengelola arus kendaraan di kawasan penyeberangan yang menjadi penghubung utama Bali dan Jawa itu.

"Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk. Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer," jelas Dudy dikutip Rabu (17/3).

Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah untuk mengurai kepadatan. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, serta operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry.

Sejumlah langkah yang diambil antara lain mengoperasikan kapal berkapasitas besar, menambah jumlah armada yang beroperasi hingga 35 kapal, mengoptimalkan area buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) pada 25 kapal guna mempercepat siklus operasional.

"Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi," ungkap Menhub Dudy.

Namun masih banyaknya kendaraan logistik besar yang beroperasi di tengah pembatasan angkutan barang selama periode angkutan Lebaran. Keberadaan truk bersumbu tiga ke atas turut memperparah antrean kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan.

Karena itu, Dudy meminta pelaku usaha angkutan logistik mematuhi ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional kendaraan barang dengan sumbu tiga atau lebih.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi tambahan jika masih terdapat kendaraan yang belum dapat menyeberang menjelang perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Dalam skenario tersebut, kendaraan kecil dan bus akan diprioritaskan untuk menyeberang mengingat jumlah penumpangnya lebih banyak. Sementara kendaraan besar akan diarahkan ke area penampungan sementara.

"Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi," imbuhnya.

Dudy memastikan para sopir truk tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun akomodasi selama menunggu masa penyeberangan kembali dibuka.

Pengemudi kendaraan besar akan diantar dari Gilimanuk menuju Banyuwangi dan kembali lagi setelah perayaan Nyepi tanpa dikenakan biaya. Selain itu, fasilitas akomodasi juga disiapkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Pemerintah juga menyiapkan pengaturan arus kendaraan di sisi Jawa, tepatnya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk mencegah penumpukan kendaraan saat arus dari Bali mulai kembali normal.

"Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan," tuturnya.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|