Makan Bergizi Gratis Menyasar 3T, Ratusan Dapur Gizi Segera Jalan

5 hours ago 3

Makan Bergizi Gratis Menyasar 3T, Ratusan Dapur Gizi Segera Jalan Foto ilustrasi wadah MBG. / Freepik

Harianjogja.com, PANGKALPINANG—Program Makanan Bergizi Gratis mulai bergerak ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan rencana pengoperasian ratusan dapur gizi dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan akses gizi di daerah terpencil.

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera beroperasi sebagai bagian dari percepatan program tersebut.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah ada Program MBG di wilayah 3T ini,” kata Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat (17/4/2026).

Ia menyatakan pelaksanaan Program MBG di wilayah 3T akan dioptimalkan untuk meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

“Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ini 900 SPPG mulai beroperasi dan berikutnya menyusul 2.000 SPPG dan berikutnya 4.000 SPPG mulai melakukan pendaftaran di wilayah 3T ini,” ujarnya.

Program ini dijalankan melalui mekanisme pendaftaran oleh satuan tugas (satgas) di tingkat kabupaten/kota di wilayah 3T yang kemudian diverifikasi oleh BGN sebelum pembangunan dan operasional dimulai.

“Satgas Program MBG di wilayah 3T ini mendaftarkan ke BGN dan selanjutnya diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian SPPG di daerah terpencil ini,” katanya.

Selain itu, BGN juga berencana menambah jumlah SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memperluas jangkauan program.

“Saat ini pembangunan SPPG di Kepulauan Babel sedang berproses dan kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengetahui jumlah SPPG untuk penyaluran MBG kepada penerima manfaat di daerah ini,” kata Sony.

Target Bertahap di Daerah Terpencil

Program ini dirancang berjalan bertahap, dimulai dari 900 titik layanan, kemudian meningkat hingga ribuan SPPG di seluruh wilayah 3T.

Skema tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan distribusi program tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan gizi.

Dengan perluasan ini, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di wilayah terpencil.

Selain memperluas jangkauan layanan gizi, Program Makan Bergizi Gratis juga terbukti memberi dampak ekonomi di tingkat akar rumput.

Berdasarkan survei nasional, program ini dinilai menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kepuasan publik.

Bahkan, sekitar 36,5 persen masyarakat menyebut program ini sebagai yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga menggerakkan rantai pasok pangan di daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|