Mau Caplok Anak Usaha Emiten Prajogo, SINI Rights Issue Rp3,6 Triliun

9 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten holding jasa akomodasi PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mengakuisisi perusahaan di sektor batu bara milik PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menyebutkan dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengambil alih PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), melunasi sebagian utang lebih awal, serta mendukung modal kerja.

Perseroan berencana menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp3,61 triliun.

Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk mengakuisisi 507,38 juta saham atau setara 99,995% kepemilikan PT Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea. Nilai transaksi pengambilalihan tersebut mencapai Rp1,73 triliun.

Manajemen menilai aksi korporasi ini akan memperbaiki kondisi keuangan perseroan, termasuk memperkuat ekuitas, meningkatkan likuiditas, serta menurunkan beban bunga melalui pelunasan sebagian pinjaman.

Setelah rights issue, total aset perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp1,57 triliun menjadi Rp4 triliun, sementara ekuitas berbalik dari negatif Rp687 miliar menjadi positif Rp1,54 triliun.

Selain itu, rasio liabilitas terhadap aset juga diperkirakan membaik dari 1,44 kali menjadi 0,62 kali setelah pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Manajemen SINI menyebut akuisisi KMS sejalan dengan strategi ekspansi ke sektor pertambangan batu bara yang dinilai masih memiliki prospek positif, didukung permintaan global dari negara seperti China dan India serta kebutuhan listrik domestik yang terus meningkat.

"Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai perusahaan Holding berupaya meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan bisnis jangka panjang, dan meningkatkan nilai perusahaan bagi para pemegang saham di masa mendatang melalui aktivitas investasi pada bidang usaha yang memiliki potensi pertumbuhan usaha," kata manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/4/2026).

Rencana rights issue ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Setelah mendapat persetujuan dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rights issue baru dapat dilaksanakan.

Sebagai informasi, aksi pengambilalihan KMS juga dikategorikan sebagai transaksi material dan transaksi afiliasi karena nilai transaksi mencapai 110,27% dari total aset perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|