May Day, Ratusan Buruh Garmen Wonogiri Terdampak PHK

2 hours ago 2

May Day, Ratusan Buruh Garmen Wonogiri Terdampak PHK Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah

Harianjogja.com, WONOGIRI — Ratusan pekerja pabrik garmen di Kecamatan Ngadirojo dan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ketidakjelasan status kerja dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Wonogiri, Muhammad Seswanto, menyebut sekitar 450 pekerja terdampak dari CV Cahyo Nugroho Jati dan grup usahanya di Ngadirojo.

“Sekitar 400-an lebih pekerja sudah tidak bekerja lagi karena perusahaan bangkrut,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

PHK dan Pengunduran Diri

Mayoritas pekerja mengalami PHK, sementara sebagian lainnya memilih mengundurkan diri karena tidak adanya kejelasan hubungan kerja serta keterlambatan pembayaran upah.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian jadi tersebut disebut mengalami kesulitan keuangan akibat persoalan manajerial yang berdampak pada operasional dan berujung kerugian.

Sebelum benar-benar berhenti bekerja, sejumlah karyawan sempat dirumahkan tanpa kepastian.

Tuntut Hak Pekerja

Saat ini para pekerja berupaya menuntut hak-hak mereka, termasuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Seswanto berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius, khususnya dalam pendampingan pemenuhan hak pekerja serta membantu penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lain.

Tiga Perusahaan Terdampak

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wonogiri, Wiyanto, mengungkapkan terdapat tiga perusahaan dalam satu grup yang mengalami persoalan finansial, yakni CV Cahyo Nugroho Jati, CV Cahaya Busana Abadi dan CV Anugrah.

Ketiganya dimiliki oleh satu pihak yang sama dan terdampak kesalahan manajemen.

“Banyak pekerja akhirnya memilih mengundurkan diri karena tidak ada kejelasan hubungan kerja,” jelasnya.

Pemerintah daerah telah melakukan pendampingan terhadap pekerja terdampak. Pada 29 April 2026, sebanyak 112 pekerja difasilitasi untuk mencairkan JHT melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Peluang Kerja Masih Terbuka

Meski terjadi PHK massal, Wiyanto memastikan kondisi industri garmen di Wonogiri secara umum masih stabil. Bahkan, sejumlah perusahaan masih membuka lowongan kerja dalam jumlah besar.

Salah satunya adalah PT TMMNC Manufacturing Internasional di Kecamatan Ngadirojo yang membuka ratusan hingga ribuan posisi.

“Secara umum industri masih baik. Kasus ini lebih pada persoalan manajemen perusahaan,” tegasnya.

Dengan adanya pendampingan dan peluang kerja baru, diharapkan para pekerja terdampak dapat segera kembali bekerja serta memperoleh hak-haknya secara penuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|