Media Vietnam Beri Saran Malaysia Jelang Semifinal Piala AFF 2026

4 hours ago 6

Harianjogja.com, JOGJA— Malaysia menghadapi misi berat saat bertandang ke Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Menjelang pertandingan di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026) malam WIB, media Vietnam justru memberikan saran kepada Harimau Malaya untuk memanfaatkan kondisi pertandingan.

Media Vietnam, Soha, menilai Malaysia dapat belajar dari keberhasilan Singapura saat menghadapi Thailand pada leg kedua semifinal. Strategi The Lions ketika bermain di kandang lawan dinilai bisa menjadi referensi bagi Malaysia untuk mengejar ketertinggalan agregat.

Singapura Jadi Contoh untuk Malaysia

Singapura sebelumnya memberikan perlawanan sengit kepada Thailand pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa (18/8/2026).

The Lions bahkan berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Namun, hasil tersebut belum cukup membawa Singapura ke final karena Thailand tetap unggul agregat 4-3 setelah menang 3-1 pada leg pertama.

Meski gagal melaju ke partai puncak, performa Singapura mendapat perhatian dari Soha. Tim yang berada dalam posisi tertinggal agregat mampu membuat Thailand kesulitan meski pertandingan berlangsung di kandang lawan.

Situasi itu dinilai relevan dengan kondisi Malaysia yang juga harus mengejar ketertinggalan pada leg kedua. Malaysia harus mencari cara untuk mencetak gol tanpa memberikan ruang terlalu besar kepada Vietnam.

Hujan Bisa Jadi Senjata Malaysia

Soha menilai kondisi cuaca di Hanoi dapat menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan Malaysia. Jika hujan deras mengguyur Stadion My Dinh, permainan langsung bisa menjadi pilihan bagi Harimau Malaya.

Lapangan yang licin berpotensi membuat permainan dengan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola menjadi lebih sulit. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan Malaysia untuk mengubah pola permainan dan mengincar ruang di belakang pertahanan Vietnam.

Media tersebut menyarankan Malaysia menggunakan umpan-umpan panjang dan transisi cepat. Cara itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada permainan kombinasi sekaligus memaksimalkan situasi bola kedua.

Kecepatan para pemain depan Malaysia juga dapat menjadi senjata penting. Penyerang Harimau Malaya bisa mencoba mengeksploitasi ruang yang terbuka ketika lini pertahanan Vietnam naik membantu serangan.

Malaysia Diminta Memaksa Vietnam Berbuat Kesalahan

Soha juga menyoroti karakter permainan Vietnam yang mengandalkan penguasaan bola. Dalam kondisi lapangan yang kurang ideal, pola tersebut berpotensi menghadirkan kesalahan jika pemain Vietnam kesulitan menjaga akurasi umpan.

Karena itu, Malaysia disarankan memberikan tekanan dan memaksa Vietnam bermain dalam situasi yang tidak nyaman. Permainan langsung dapat menjadi opsi untuk segera mengubah penguasaan bola menjadi peluang mencetak gol.

Strategi tersebut sekaligus dapat membantu Malaysia menghindari duel panjang di lini tengah. Harimau Malaya dapat mencoba mengirim bola ke area pertahanan Vietnam dan mengandalkan kecepatan pemain depan.

Namun, pendekatan tersebut tetap memiliki risiko. Malaysia harus menjaga keseimbangan pertahanan agar tidak memberikan kesempatan kepada Vietnam melakukan serangan balik.

Vietnam Tetap Berada di Posisi Menguntungkan

Di balik saran kepada Malaysia, Soha juga mengingatkan Vietnam agar tidak lengah. Kemenangan Singapura atas Thailand menjadi peringatan bahwa keunggulan pada leg pertama belum sepenuhnya menjamin tiket ke final.

Vietnam memiliki modal lebih kuat karena menang 2-0 pada leg pertama. Selain itu, The Golden Star Warriors akan tampil di hadapan pendukung sendiri di Stadion My Dinh.

Keunggulan agregat membuat Vietnam berada dalam posisi untuk mengontrol pertandingan. Namun, mereka tetap harus mengantisipasi kemungkinan Malaysia mencetak gol lebih dahulu.

Gol cepat Malaysia dapat mengubah tekanan pertandingan dan membuat Vietnam harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan. Karena itu, fokus sepanjang pertandingan menjadi salah satu faktor penting bagi tuan rumah.

Vietnam Diminta Tidak Terpancing

Soha menilai Vietnam tidak perlu panik hanya karena Singapura mampu mengalahkan Thailand di kandangnya. Hasil tersebut seharusnya menjadi peringatan agar Vietnam tetap disiplin menghadapi Malaysia.

Vietnam perlu mencegah Malaysia mendapatkan gol cepat sekaligus menjaga organisasi pertahanan. Jika mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berjalan lebih jauh, tekanan terhadap tuan rumah diperkirakan akan berkurang.

Di sisi lain, Vietnam dapat memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Malaysia ketika Harimau Malaya meningkatkan intensitas serangan. Situasi tersebut bisa menjadi peluang bagi tuan rumah untuk mencetak gol sekaligus memperlebar keunggulan agregat.

Dengan keunggulan 2-0 dan dukungan publik My Dinh, Vietnam masih memegang kendali. Namun, Malaysia memiliki satu modal penting, yakni kesempatan untuk menerapkan strategi permainan langsung seperti yang diperlihatkan Singapura saat menghadapi Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|