Menang MotoGP Hungaria, Marquez Sebut Era Pembalap Muda Sudah Tiba

2 hours ago 5

Jumali

Jumali Minggu, 14 Juni 2026 13:37 WIB

Menang MotoGP Hungaria, Marquez Sebut Era Pembalap Muda Sudah Tiba

Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8/2025). (MotoGP)

Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengakui dominasi generasi muda mulai terasa di ajang MotoGP. Pengakuan itu disampaikan usai dirinya meraih kemenangan pada MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026).

Kemenangan tersebut menjadi momen penting bagi Marquez karena mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali naik podium tertinggi pada September 2025. Namun, alih-alih hanya berbicara soal kemenangan, pembalap asal Spanyol itu justru menyoroti ketatnya persaingan dengan para rider muda.

Dalam balapan di Hungaria, Marquez harus menghadapi tekanan dari pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, yang menjadi salah satu rival terdekatnya sepanjang lomba.

Menurut Marquez, kehadiran pembalap muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer menunjukkan adanya perubahan generasi yang mulai terjadi di MotoGP.

"Terkadang Anda hanya perlu menerimanya. Acosta, Aldeguer, dan pembalap lainnya 10 atau 12 tahun lebih muda," kata Marquez seperti dikutip dari Motosan, Minggu (14/6/2026).

"Mereka datang dengan semangat yang berbeda, mentalitas yang berbeda. Itu adalah siklus alami dalam karier seorang pembalap. Selalu seperti ini dan akan terus seperti ini," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Marquez di ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Pada usia 33 tahun, ia telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia dan menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP.

Meski demikian, Marquez menegaskan dirinya belum kehilangan motivasi untuk bersaing di level tertinggi. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu masih memiliki target besar untuk menambah koleksi gelar juara dunia.

Kemenangan di Hungaria juga menjadi sinyal positif setelah dirinya sempat mengalami masa sulit akibat cedera serius yang dialami pasca-MotoGP Mandalika 2025. Cedera tersebut sempat memengaruhi performanya pada awal musim, meskipun ia tetap berhasil mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2025.

Marquez mengakui bahwa menghadapi generasi baru pembalap membutuhkan kerja lebih keras dibanding beberapa tahun lalu. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi tambahan baginya untuk tetap kompetitif.

"Kami mencoba bekerja lebih keras lagi untuk membuat hidup sedikit lebih sulit bagi para pembalap muda ini," ujarnya.

"Sebagai pembalap, dari lap pertama hingga terakhir, saya selalu memberikan 100% di lintasan dan saya akan terus melakukannya."

Saat ini, Marquez juga berpeluang menorehkan catatan bersejarah dengan memburu gelar juara dunia kedelapan. Jika berhasil mencapainya, ia akan menyamai pencapaian legenda balap motor Giacomo Agostini yang mengoleksi delapan gelar juara dunia di kelas premier.

Persaingan antara pembalap senior dan generasi muda diperkirakan akan menjadi salah satu cerita utama MotoGP musim 2026. Di satu sisi, pembalap muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer terus menunjukkan perkembangan pesat. Di sisi lain, Marquez masih membuktikan dirinya mampu bersaing dan meraih kemenangan di tengah ketatnya kompetisi.

Kemenangan di Hungaria menjadi bukti bahwa pengalaman dan mental juara masih menjadi modal penting bagi Marquez. Namun, pengakuannya soal kekuatan generasi muda menunjukkan bahwa persaingan MotoGP kini memasuki babak baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|