Mengenal Ali Larijani, Tokoh Sentral yang Mempertahankan Iran di Tengah Perang

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Saat perang mulai mengubah lanskap kepemimpinan di Iran, sosok politikus veteran Ali Larijani muncul sebagai figur sentral. Mantan Ketua Parlemen Iran tersebut kini memegang peran krusial dalam mengoordinasikan strategi dan menjaga kontinuitas pemerintahan di tengah gejolak konflik yang sedang berlangsung.

Larijani dikenal sebagai  figur kunci yang mengambil keputusan perang. Dia kini menjabat posisi strategis dalam Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran untuk merumuskan kebijakan pertahanan. Kariernya membentang selama puluhan tahun, dari Garda Revolusi (IRGC), pimpinan media negara, hingga menjadi diplomat nuklir dikutip dari laman Palestine Chronicle.

Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki hubungan mendalam dengan kalangan ulama sekaligus lembaga keamanan. Pada masa transisi kepemimpinan yang kritis, Larijani muncul sebagai salah satu tokoh utama yang memastikan stabilitas institusi Republik Islam tetap terjaga.

Pialang kekuasaan

Sangat sedikit tokoh yang mampu melambangkan kontinuitas institusional Republik Islam sejelas Ali Larijani. Lahir di Najaf, Irak, pada 1958, Larijani berasal dari salah satu keluarga ulama paling berpengaruh di Iran. Ayahnya, Ayatollah Mirza Hashem Amoli, adalah seorang ulama syiah terkemuka.

Kombinasi antara silsilah ulama dan pengalaman politik yang matang menempatkan Larijani sebagai salah satu "orang dalam" yang paling bertahan lama dalam sistem pemerintahan Iran.

Larijani memulai pengabdiannya pada tahun-tahun awal pasca-Revolusi Islam 1979 dengan bertugas di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya memimpin organisasi penyiaran negara, IRIB, pada 1994 selama hampir satu dekade.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|