Merger dengan MNC Tidak Jelas, Bank Nobu Umumkan Calon Pemilik Baru

3 weeks ago 20

8000 Hoki Online Situs situs Slots Maxwin Indonesia Terbaru Pasti Win Full Online

hoki kilat slot List Demo website Slots Gacor Malaysia Terpercaya Mudah Menang Full Non Stop

1000hoki.com Data Login web Slot Gacor Terbaru Sering Lancar Jackpot Non Stop

5000 hoki Data Login situs Slots Maxwin Cambodia Terkini Mudah Lancar Jackpot Setiap Hari

7000 hoki ID situs Slot Maxwin Thailand Terkini Mudah Win Setiap Hari

9000hoki.com List Akun situs Slots Gacor China Terpercaya Pasti Jackpot Terus

Agen situs Slot Maxwin basis Cambodia Terkini Gampang Jackpot Online

Idagent138 Daftar Id Slot Anti Rungkat Online

Luckygaming138 login Slot Maxwin

Adugaming login Id Slot Maxwin

kiss69 login Akun Slot Anti Rungkad Terbaik

Agent188 Daftar Akun Slot Anti Rungkat

Moto128 Daftar Id Slot Gacor

Betplay138 Slot Anti Rungkat Online

Letsbet77 login Slot Terpercaya

Portbet88 Id Slot Gacor Terbaik

Jfgaming168 Id Slot Gacor Online

MasterGaming138 Akun Slot Online

Adagaming168 Daftar Slot Gacor Terbaik

Kingbet189 login Akun Slot Game Terpercaya

Summer138 Daftar Akun Slot

Evorabid77 Id Slot Gacor Online

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) mengumumkan pengambilalihan saham mayoritas oleh konglomerasi asal Korea Selatan, Hanwha, Jumat (31/1/2025).

Mengutip laporan yang dipublikasikan di media massa, Hanwha melalui Hanwha Life Insurance akan mengakuisisi 40% saham NOBU atau sebanyak 2,9 miliar unit. 

Di Indonesia, Hanwha sudah memiliki portofolio bisnis asuransi jiwa melalui PT Hanwha Life Insurance Indonesia. Lalu pada kuartal II-2023, Hanwha mencaplok PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) untuk ekspansi ke bisnis asuransi umum.

Per 31 Desember 2024, Hanwha Life Insurance Indonesia menggenggam 59% saham LPGI, yang sebelumnya dikuasai oleh PT Star Pasific Tbk milik grup Lippo. 

Sebagaimana diketahui, Nobu Bank merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan milik Grup Lippo. Keluarga Riady, pemilik Lippo, mengendalikan NOBU melalui PT Putera Mulia Indonesia (23,97%), PT Star Pacific Tbk (13,45%), PT Prima Cakrawala Sentosa (10,66%), PT Matahari Department Store Tbk (9,73%). Setelah aksi korporasi berlangsung, kepemilikan keluarga Riady di NOBU akan terkikis menjadi 29,88%.

Adapun alasan Hanwha Life mengakusisi NOBU karena optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung oleh peningkatan konsumsi domestik serta penyelesaian berbagai proyek-proyek infrastruktur sebagai landasan aktivitas investasi.

Sebagaimana diketahui, industri perbankan merupakan salah satu pilar utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan berbagai aktivitas usaha nasional.

Dijelaskan dalam pengumuman kepada publik bahwa Hanwha Life Insurance berencana untuk memiliki saham NOBU untuk tujuan investasi jangka panjang guna mengintegrasikan kemampuan digital Hanwha Life Insurance di bidang keuangan ke dalam operasi Nobu Bank

Setelah dicaplok Hanwha, kegiatan bisnis utama Nobu Bank tidak akan berubah. Namun Hanwha akan mendorong digitalisasi di NOBU utamanya untuk meningkatkan kemampuan bank dalam melayani nasabah dalam skala yang lebih luas.

Rencana Merger dengan Bank MNC

Dalam pengumuman publik tersebut, tidak disebutkan rencana merger dengan PT Bank MNC International Tbk. (BABP) milik Hary Tanoesoedibjo. Padahal rencana perkawinan dua bank konglomerat ini sudah terdengar santer sejak 2023. 

Aksi terakhir yang melibatkan keduanya adalah tukar guling saham NOBU dan BABP. Berdasarkan data KSEI per 8 Mei 2024, sebanyak entitas usaha Grup MNC, PT MNC Land Tbk. (KPIG) tercatat melepas sebanyak 4,44 miliar saham BABP atau sebesar 6,82%. Saham yang dilepas itu berpindah ke entitas usaha Grup Lippo, PT Prima Cakrawala Sentosa, menjadi kepemilikan saham BABP perdananya.

Sementara itu, Prima Cakrawala Sentosa melepas 747,84 juta NOBU atau sebesar 10%. Saham yang dilepas itu berpindah ke KPIG.

Belum lama ini, Kepala Eksekutif Pengawas PerbankanOJK DianEdiana Rae memberikan komentar terbaru mengenai rencana mergerNOBU danBABP. 

"Rencana merger antar bank merupakan hasil kesepakatan dan berada dalam kewenangan para pemegang saham masing-masing bank," kata Dian. 

Namun demikian, kata dia, OJK senantiasa mendorong pelaksanaan aksi korporasi apabila langkah tersebut dapat mendukung konsolidasi industri perbankan secara keseluruhan. Itu supaya proses ini diharapkan melahirkan perbankan yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Dian kemudian mengatakan bahwa pihaknya belum menerima permohonan konsolidasi oleh dua bank milik dua grup konglomerasii tersebut.

Terpisah, Direktur UtamaBankNobuSuhaiminDjohan mengatakan bahwa transaksi silang saham antara Nobu Bank danMNC Bank sejalan dengan proses konsolidasi. 

"Itu kan sudah dilakukan. [Itu] sejalan," pungkasnya.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Sukses Menguat Saat Rupiah Melemah di Atas Rp16.000/USD

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|