Minyak Makin Membara, Raksasa Bahrain Bapco Umumkan Force Majeure

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan energi milik negara Bahrain, Bapco, menyatakan kondisi force majeure (darurat), terhadap operasional grupnya setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran menghantam instalasi energi di negara Teluk tersebut, Senin (9/3/2026).

Dalam pernyataan resminya, Bapco mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah konflik regional yang sedang berlangsung di Timur Tengah berdampak langsung pada fasilitas perusahaan, termasuk serangan terbaru terhadap kompleks kilangnya.

"Bapco dengan ini memberitahukan kondisi force majeure pada operasi grup yang terdampak oleh konflik regional yang sedang berlangsung di Timur Tengah serta serangan terbaru terhadap kompleks kilang kami," tulis perusahaan dalam pernyataan dimuat laman AFP.

Sebelumnya, media pemerintah Bahrain melaporkan bahwa serangan yang menargetkan fasilitas minyak di kawasan Al Ma'ameer memicu kebakaran di kompleks tersebut.

Menurut laporan Bahrain News Agency, kebakaran terjadi akibat serangan Iran yang menargetkan fasilitas energi di area tersebut. Serangan itu menyebabkan kerusakan material pada fasilitas, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Otoritas setempat menyatakan tim pemadam kebakaran telah segera dikerahkan untuk mengendalikan api di kompleks minyak tersebut. Serangan terhadap fasilitas energi di Bahrain ini menjadi salah satu insiden terbaru dalam eskalasi konflik usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan membuat negeri itu melancarkan serangan balas dendam ke Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|