Ayatollah Mojtaba Khamenei. - Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menunjukkan bahwa sistem politik negara tersebut tidak bergantung pada satu figur, melainkan berjalan berdasarkan supremasi hukum, dukungan rakyat, serta nilai-nilai spiritual.
Mojtaba Khamenei merupakan putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Hosseini Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan militer gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Senin, pihak kedutaan menegaskan meskipun Iran kehilangan seorang pemimpin besar serta sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer, sistem pemerintahan negara itu tetap berjalan dengan kuat di bawah kepemimpinan baru.
Menurut pernyataan tersebut, kepemimpinan Mojtaba Khamenei diharapkan melanjutkan upaya Iran dalam memperjuangkan apa yang disebut sebagai kebenaran dan keadilan di tingkat global.
Kedutaan Iran juga menyebut pemilihan Mojtaba Khamenei memberikan penguatan moral bagi masyarakat Iran yang sedang berduka sekaligus menjalani ibadah puasa.
Dalam proses pemilihan itu, Mojtaba Khamenei memperoleh lebih dari 85 persen suara dari anggota Majelis Khobregan Kepemimpinan atau Dewan Pakar Kepemimpinan, sehingga resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran.
Anggota Dewan Pakar Kepemimpinan dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum dengan masa jabatan selama delapan tahun, sebagaimana diatur dalam konstitusi Iran.
Berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Iran, lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk memilih pemimpin tertinggi negara.
Kedutaan Iran menambahkan para anggota Dewan Pakar tetap menjalankan tanggung jawab mereka untuk memilih pemimpin baru dalam waktu relatif singkat meski berada di tengah situasi yang penuh tekanan dan ancaman keamanan.
Sementara itu, pada Senin pagi, di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, Iran meluncurkan operasi militer yang disebut “Janji Setia 4” tahap ke-30 yang diarahkan ke sejumlah wilayah Israel.
Pemerintah Iran juga menyebut sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil dilaporkan tewas serta ribuan fasilitas sipil mengalami kerusakan.
Data yang disampaikan mencakup 7.943 unit rumah warga, 1.617 pusat perdagangan dan layanan publik, 32 fasilitas medis dan farmasi, 65 sekolah dan sarana pendidikan, serta 13 gedung milik Perhimpunan Bulan Sabit Merah yang disebut terdampak serangan.
Selain itu, pada hari keenam konflik, serangan juga dilaporkan menyasar kapal perang Iran, yakni Dena, yang berada lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran dan mengakibatkan 104 personel tewas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































