Sekolah Menegah Ayser Calik di Kahramanmaras, Turki, yang menjadi lokasi peristiwa penembakan pada Rabu (15/4/2026) waktu setempat. (ANTARA - Anadolu)
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden penembakan tragis mengguncang sebuah sekolah menengah di Kahramanmaras, Turki, Rabu waktu setempat. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka, dengan enam korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Informasi awal disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci yang menyebutkan korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, termasuk sejumlah korban yang harus menjalani operasi darurat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Gubernur Mukerrem Unluer, pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 8 di sekolah menengah Ayser Calik. Insiden bermula saat pelaku datang ke sekolah dengan membawa senjata api yang disembunyikan di dalam tas ransel.
Tanpa menimbulkan kecurigaan, pelaku masuk ke lingkungan sekolah seperti biasa. Namun situasi berubah drastis ketika ia memasuki ruang kelas dan mulai melepaskan tembakan secara membabi buta. Aksi tersebut terjadi di dua ruang kelas berbeda, menyebabkan kepanikan hebat di kalangan siswa dan tenaga pengajar.
Dalam waktu singkat, korban berjatuhan. Beberapa di antaranya meninggal di lokasi, sementara korban luka segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Hingga kini, enam korban masih berada dalam kondisi kritis.
Pelaku sendiri dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Namun, pihak berwenang belum memastikan apakah ia mengakhiri hidupnya sendiri atau tewas akibat situasi kacau saat insiden berlangsung.
Senjata dan Penyelidikan
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui pelaku membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin. Senjata tersebut diduga merupakan milik ayah pelaku yang diketahui merupakan mantan anggota kepolisian.
Kepala Jaksa Ramazan Murat Tiryaki menyatakan penyelidikan masih terus berjalan dengan melibatkan sejumlah jaksa. Tim gabungan telah diterjunkan untuk mengumpulkan bukti serta mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut.
Menteri Kehakiman Akin Gurlek juga memastikan bahwa aparat penegak hukum bekerja secara intensif di lokasi kejadian guna memastikan seluruh aspek kasus terungkap secara menyeluruh.
Respons Pemerintah
Pemerintah Turki bergerak cepat merespons insiden ini. Menteri Pendidikan Yusuf Tekin langsung mendatangi lokasi kejadian bersama pejabat terkait.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Burhanettin Duran menyampaikan bahwa seluruh aspek kejadian sedang diselidiki secara mendalam. Ia juga mengimbau media untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi, mengingat banyak korban merupakan anak di bawah umur.
Untuk menjaga kondusivitas, pemerintah setempat memutuskan menghentikan kegiatan pendidikan di Kahramanmaras selama dua hari.
Di sisi lain, otoritas juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di media sosial. Kementerian Kehakiman menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan, memicu kepanikan, atau bahkan mendukung tindakan kekerasan.
Tragedi ini kembali memicu kekhawatiran global terkait keamanan di lingkungan pendidikan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kepemilikan senjata api, terutama di lingkungan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































