Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat kredit internasional, Moody's Investors Service, resmi menjatuhkan hukuman finansial kepada Pemerintah Meksiko dengan memangkas peringkat utang berdaulat negara tersebut sebanyak satu takik menjadi "Baa3". Penurunan peringkat ini dipicu oleh anjloknya pendapatan pajak negara di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat serta pembengkakan anggaran belanja pemerintah yang dinilai tidak efisien.
Mengutip laporan AFP pada Kamis (21/05/2026), lembaga pemeringkat Moody's menyatakan bahwa keputusan pemangkasan peringkat utang ini mencerminkan pelemahan kekuatan fiskal yang berkelanjutan dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Meskipun menurunkan peringkat utangnya, Moody's mengubah prospek atau outlook Meksiko dari "negatif" menjadi "stabil" yang menandakan tidak akan ada penurunan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang.
"Keputusan ini mencerminkan pelemahan berkelanjutan dalam kekuatan fiskal yang meningkat cepat pada tahun 2024 dan kami perkirakan akan terus bertahan," tulis perwakilan resmi Moody's.
Lembaga tersebut menyoroti tingkat pengeluaran pemerintah yang terlampau tinggi, basis pendapatan negara yang sempit, serta suntikan dana fiskal yang terus-menerus diberikan kepada perusahaan minyak milik negara, Pemex, sebagai faktor utama pembatas ruang fiskal. Moody's menilai kebijakan prioritas pemerintah yang terlalu fokus mengejar kedaulatan energi dan model pengeluaran redistributif justru telah memperlemah prospek kesehatan keuangan negara tersebut secara agregat.
"Posisi fiskal Meksiko telah melemah dibandingkan dengan negara-negara lain yang berperingkat Baa, dan kerentanannya terhadap guncangan fiskal kini telah meningkat," tambah pihak Moody's.
Untuk jangka pendek, Moody's memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara di kawasan Amerika Utara tersebut akan tetap tertahan dan lesu sebelum akhirnya diharapkan dapat kembali ke level sekitar dua persen secara bertahap.
Penurunan rating ke level Baa3 ini otomatis menempatkan surat utang Meksiko berada di posisi paling bawah dalam kategori layak investasi (investment grade), menjadikannya semakin rentan masuk ke dalam teritori investasi berisiko tinggi.
(sef/sef)
Addsource on Google















































