Muktamar Ke-35 NU Pakai Kartu Cip, Akses Peserta Diatur

4 hours ago 2

Newswire

Newswire Rabu, 26 Agustus 2026 06:27 WIB

Muktamar Ke-35 NU Pakai Kartu Cip, Akses Peserta Diatur

Logo Nahdlatul Ulama (NU)

Harianjogja.com, JOMBANG— Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akan menerapkan sistem digital untuk mengatur akses peserta. Setiap peserta nantinya menggunakan kartu khusus berbasis cip yang telah diverifikasi dan memiliki wilayah akses tertentu di arena utama muktamar.

Sistem tersebut disiapkan sebagai bagian dari tata kelola digital untuk memastikan status kepesertaan terverifikasi sekaligus mencegah manipulasi akses selama rangkaian Muktamar Ke-35 NU berlangsung.

Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU Profesor Mohammad Nuh mengatakan proses verifikasi kepesertaan telah dilakukan oleh panitia. Sistem kartu berbasis cip juga telah disiapkan untuk digunakan selama pelaksanaan muktamar.

"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai cip, sudah paten, sehingga dengan demikian enggak bisa dimanipulasi," kata Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU Profesor Mohammad Nuh di Jombang, Selasa.

Kartu Cip Atur Wilayah Akses Peserta

Penggunaan kartu peserta tidak hanya berfungsi sebagai identitas kepesertaan. Setiap kartu telah memiliki pengaturan wilayah sehingga pemegangnya hanya dapat memasuki area yang sesuai dengan kewenangannya di Arena Utama Muktamar.

"Setiap kartu ini ada wilayahnya. Dia boleh masuk ke mana saja di wilayah arena utama," katanya.

Sebelum sistem tersebut diterapkan, panitia telah melakukan verifikasi terhadap data kepesertaan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi sengketa mengenai status peserta dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.

Bagian IT Muktamar Ke-35 NU Robin Makrufi mengatakan teknologi digital digunakan untuk memperkuat tata kelola sekaligus pengawasan selama kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup proses verifikasi peserta, penggunaan kartu bercip untuk pengaturan akses, serta pemantauan aktivitas melalui kamera pengawas.

"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Mudah-mudahan tidak ada lagi dispute (sengketa). Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan," ujar dia.

Robin menjelaskan kartu peserta dilengkapi cip dan memiliki pengaturan wilayah akses. Dengan sistem tersebut, peserta hanya dapat memasuki area sesuai dengan kewenangannya di Arena Utama Muktamar.

"Sudah pakai cip, sudah paten. Dengan demikian tidak bisa dimanipulasi. Setiap kartu ini ada wilayahnya," katanya.

Lebih dari 100 CCTV Dipasang

Selain sistem kartu digital, panitia Muktamar Ke-35 NU juga menyiapkan lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV. Seluruh kamera tersebut terhubung dengan pusat kendali untuk memantau berbagai aktivitas di sekitar arena muktamar.

Pemantauan melalui CCTV mencakup sejumlah titik penting. Lokasi yang diawasi antara lain tempat persidangan, akomodasi, konsumsi, menara, hingga ruas jalan di sekitar arena Muktamar Ke-35 NU.

Teknologi digital dengan demikian tidak hanya digunakan untuk mengatur akses peserta. Sistem tersebut juga dimanfaatkan sebagai perangkat pengawasan terhadap situasi selama rangkaian kegiatan muktamar berlangsung.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari tata kelola Muktamar Ke-35 NU yang juga didukung kesiapan sarana dan prasarana, logistik, serta akomodasi bagi peserta dan rombongan.

Panitia berharap integrasi sistem digital dapat membuat penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU berlangsung lebih terukur dan terkendali. Teknologi tersebut juga diharapkan mempercepat pelayanan sekaligus membantu penanganan persoalan yang dihadapi peserta dan rombongan selama kegiatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|