Harianjogja.com, JOGJA—Meta menggunakan nama @muse yang selama bertahun-tahun identik dengan grup musik asal Inggris, Muse, untuk agen kecerdasan buatan (AI) terbarunya. Sementara itu, akun grup tersebut kini menggunakan nama @museband di Instagram dan @Musetheband di X.
Perubahan tersebut menjadi sorotan karena Muse telah lama menggunakan nama @muse di media sosial. Nama Muse sendiri juga telah didaftarkan sebagai merek sejak 1999, jauh sebelum Meta meluncurkan produk AI bernama sama.
Yang belum terjawab adalah bagaimana proses perpindahan nama akun tersebut berlangsung. Tidak ada penjelasan terbuka dari Meta maupun perwakilan grup Muse mengenai apakah perubahan itu merupakan permintaan platform, kesepakatan tertentu, atau proses lainnya.
Akun @muse Berubah Sebelum AI Meta Diluncurkan
Penggunaan nama @muse oleh agen AI Meta baru terlihat jelas setelah perusahaan memperkenalkan Muse. Namun, perubahan pada akun grup musik tersebut ternyata telah terjadi lebih awal.
Penggemar mulai menyadari akun Instagram Muse berubah menjadi @museband pada musim panas 2026. Laporan media menyebut perubahan itu terjadi pada Juli, meski sejumlah pengguna media sosial mengaku telah melihat perubahan tersebut sejak Juni.
Di X, akun yang sebelumnya menggunakan @muse juga tidak lagi memakai nama tersebut. Grup Muse kini menggunakan @Musetheband di platform milik Elon Musk tersebut.
Situasi itu kemudian semakin menarik perhatian setelah Meta secara resmi memperkenalkan agen AI Muse. Produk tersebut menggunakan nama @muse di media sosial, sehingga nama yang sebelumnya sangat identik dengan grup musik tersebut kini muncul sebagai identitas produk teknologi Meta.
Meta sendiri belum memberikan penjelasan terperinci mengenai bagaimana nama akun tersebut berpindah. Karena itu, belum ada bukti publik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Meta secara paksa mengambil alih akun milik grup Muse.
Nama Muse Pernah Terseret Kasus Serupa
Perubahan akun Muse kembali mengingatkan publik pada sejumlah kejadian sebelumnya ketika nama pengguna Instagram yang sudah digunakan pihak lain kemudian berada di bawah kendali Meta.
Ketika Facebook berganti nama menjadi Meta pada 2021, perusahaan tersebut kemudian menggunakan akun @Meta di Instagram. Sebelumnya, nama itu digunakan sebuah majalah independen yang memiliki nama sama.
Majalah tersebut kemudian mengganti namanya. Namun, proses perpindahan akun tersebut tidak pernah dijelaskan secara terbuka dan terperinci kepada publik.
Kasus lain muncul ketika Meta meluncurkan Threads pada 2023. Saat itu, nama pengguna @threads di Instagram sebelumnya digunakan sebuah toko pakaian kecil bernama American Threads. Sekitar sebulan kemudian, akun tersebut berada di bawah kendali Meta.
Meta sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan tidak melarang perubahan nama pengguna. Namun, bagaimana akun dengan nama tertentu dapat berpindah dan kemudian digunakan untuk produk perusahaan tidak selalu dijelaskan secara terbuka.
Akun Muse Sempat Bikin Meta Salah Tag
Perubahan nama tersebut bahkan sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pejabat Meta ketika agen AI Muse diperkenalkan. Dalam sejumlah unggahan mengenai produk baru itu, Mark Zuckerberg dan pejabat Meta lainnya sempat menandai akun grup musik Muse.
Kesalahan tersebut kemudian disebut sebagai sebuah bug. Akibatnya, unggahan mengenai agen AI Meta justru mengarahkan pengguna ke akun grup musik yang sudah berganti nama.
Kondisi itu semakin menarik perhatian karena perubahan nama akun Muse terjadi sebelum pengumuman resmi mengenai agen AI tersebut. Meski demikian, hubungan langsung antara perubahan akun dan peluncuran produk Meta belum dijelaskan oleh kedua pihak.
Ada Ironi dengan Musik Muse
Peristiwa tersebut juga dianggap ironis oleh penggemar karena tema musik Muse selama bertahun-tahun kerap berkaitan dengan teknologi, kontrol, serta kekhawatiran terhadap penyalahgunaan teknologi.
Sejumlah karya Muse mengangkat kekhawatiran mengenai perkembangan teknologi dan kemungkinan penggunaannya untuk melakukan pengawasan maupun penindasan. Karena itu, perubahan nama akun grup tersebut untuk memberi ruang bagi sebuah produk AI Meta menjadi bahan perbincangan tersendiri di kalangan penggemar.
Ironi tersebut semakin kuat karena nama Muse kini digunakan oleh produk kecerdasan buatan yang dikembangkan perusahaan teknologi besar, sementara grup yang telah memakai nama tersebut selama puluhan tahun harus menggunakan identitas akun yang berbeda di media sosial.
Mengapa Nama Akun Bisa Berubah?
Nama pengguna media sosial memiliki nilai tersendiri, terutama jika pendek, mudah diingat, dan identik dengan sebuah merek atau figur. Instagram sendiri melarang jual beli nama pengguna secara resmi, tetapi perpindahan atau perubahan nama akun tertentu dapat tetap terjadi dalam kondisi yang tidak selalu diketahui publik.
Situasi serupa juga pernah terjadi di X. Pemilik akun dengan nama yang dianggap bernilai dapat diberi tahu bahwa nama pengguna mereka akan diubah untuk kepentingan tertentu dari platform tersebut.
Kasus Muse menunjukkan bahwa kepemilikan sebuah merek dan penggunaan nama pengguna di media sosial merupakan dua persoalan yang berbeda. Muse telah menggunakan nama tersebut sebagai identitas grup dan mendaftarkannya sebagai merek sejak 1999, tetapi hal itu tidak otomatis menjelaskan status atau hak atas nama pengguna @muse di platform media sosial.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan publik yang memastikan bagaimana @muse dapat digunakan oleh agen AI Meta setelah bertahun-tahun dikaitkan dengan grup musik Muse. Karena itu, perubahan dari @muse menjadi @museband di Instagram dan @Musetheband di X masih menyisakan pertanyaan mengenai proses yang sebenarnya terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































