Jumali Selasa, 28 Juli 2026 08:37 WIB

Elon Musk - Royal Society/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Elon Musk mengakui bahwa keterlibatannya dalam dunia politik Amerika Serikat sempat melampaui batas yang ia perkirakan. Pengakuan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama majalah The Economist yang terbit pada Juli 2026.
Pernyataan itu menarik perhatian karena datang dari salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di dunia yang selama beberapa tahun terakhir aktif tidak hanya di sektor teknologi, tetapi juga dalam perdebatan politik dan kebijakan publik Amerika Serikat.
Dalam wawancara tersebut, Musk mengatakan dirinya terlalu jauh terlibat dalam urusan politik ketika ikut mendorong agenda efisiensi pemerintahan melalui Department of Government Efficiency (DOGE) pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
“Saya pikir saya sedikit terlalu terlibat dalam politik, terus terang saya kebablasan,” kata Musk dalam wawancara tersebut.
Pengakuan itu menjadi salah satu bagian paling banyak disorot dari wawancara berdurasi panjang yang juga membahas kecerdasan buatan (AI), masa depan ekonomi global, hingga pandangannya terhadap politik internasional.
DOGE dan Kontroversi Politik
Musk sebelumnya menjadi salah satu tokoh utama di balik DOGE, sebuah program yang bertujuan memangkas pengeluaran pemerintah federal Amerika Serikat. Menurut Musk, tujuan awal program tersebut adalah mengurangi defisit anggaran yang terus membesar dan memastikan penggunaan dana publik berjalan lebih efisien.
Namun pelaksanaan program itu memicu kontroversi luas. Berbagai kebijakan penghematan dan pemangkasan anggaran menuai kritik dari sejumlah kelompok masyarakat serta memunculkan perdebatan politik yang tajam di Amerika Serikat.
Meski mengakui terlalu larut dalam politik, Musk tetap mempertahankan sejumlah pandangannya mengenai pengeluaran pemerintah, migrasi, serta arah kebijakan negara-negara Barat. Dalam wawancara yang sama, ia juga terlibat adu argumen dengan pemimpin redaksi The Economist, Zanny Minton Beddoes, mengenai pengaruhnya terhadap politik global.
Tantangan Bisnis dan Fokus ke Perusahaan
Pengakuan Musk muncul ketika perhatian investor tertuju pada kinerja sejumlah perusahaan yang ia pimpin, termasuk Tesla, SpaceX, xAI, dan X.
Sejumlah analis menilai keterlibatan Musk dalam isu politik selama beberapa tahun terakhir telah mengalihkan sebagian fokus publik dari inovasi teknologi menuju kontroversi politik. Kondisi tersebut memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana aktivitas politik seorang pemimpin perusahaan dapat memengaruhi citra korporasi yang dipimpinnya.
Dalam wawancara tersebut, Musk juga mengisyaratkan bahwa fokus utamanya kini kembali diarahkan pada pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Ia bahkan memprediksi AI akan berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun mendatang dan berpotensi menciptakan era kelimpahan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain itu, Musk mendorong perusahaan-perusahaan AI terdepan untuk menerapkan mekanisme peninjauan antarpengembang sebelum merilis model kecerdasan buatan terbaru guna meningkatkan aspek keselamatan teknologi tersebut.
Penyesalan yang Masih Diperdebatkan
Meski mengakui telah terlalu jauh masuk ke arena politik, sebagian pengamat menilai pernyataan tersebut belum tentu menandakan bahwa Musk akan sepenuhnya menjauh dari isu-isu politik dan geopolitik.
Pasalnya, dalam wawancara yang sama, Musk tetap menyampaikan berbagai pandangan politik yang tegas mengenai Eropa, media massa, hingga masa depan negara-negara Barat. Sikap itu menunjukkan bahwa pengaruh politik masih menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari figur publik sekaligus pengusaha tersebut.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pengakuan Musk bahwa dirinya "kebablasan" dalam politik menjadi salah satu refleksi paling terbuka yang pernah ia sampaikan mengenai dampak keterlibatannya di luar dunia bisnis dan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































