Harianjogja.com, JAKARTA — Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara energi yang masuk ke dalam tubuh dan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu panjang, sehingga memicu penumpukan lemak berlebih.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi obesitas di Indonesia menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. Lansia menjadi kelompok yang cukup rentan karena aktivitas fisik cenderung menurun, sementara asupan kalori tidak selalu ikut berkurang.
Obesitas pada lansia tidak bisa dianggap sepele. Kondisi ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, hingga gangguan sendi. Bahkan, obesitas juga dapat memengaruhi kualitas hidup lansia, termasuk menurunkan mobilitas dan kemandirian sehari-hari.
Selain itu, laporan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko utama kematian global yang dapat dicegah. Pada usia lanjut, dampaknya bisa lebih kompleks karena sering disertai penyakit penyerta lainnya.
Untuk itu, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting. Pemerintah melalui kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mendorong masyarakat, termasuk lansia, untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas pada lansia. Pertama, menjaga aktivitas fisik tetap rutin. Lansia disarankan melakukan olahraga ringan sesuai kemampuan, seperti berjalan kaki, senam, atau peregangan. Aktivitas ini membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif sekaligus mempertahankan massa otot.
Kedua, mengatur pola makan bergizi seimbang. Konsumsi makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral sangat dianjurkan. Sumber kalsium seperti susu rendah lemak, ikan, dan produk olahan kedelai juga penting untuk menjaga kesehatan tulang. Porsi makan perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian agar tidak berlebihan.
Ketiga, membatasi asupan gula, garam, dan lemak. Makanan tinggi gula dan lemak jenuh berkontribusi besar terhadap peningkatan berat badan. Lansia juga disarankan mengurangi konsumsi makanan olahan yang tinggi natrium karena dapat memicu tekanan darah tinggi.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga menjadi langkah penting untuk memantau kondisi tubuh. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi akibat obesitas dapat ditekan.
Penerapan gaya hidup sehat secara konsisten terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan langkah sederhana namun teratur, lansia tetap dapat menjalani masa tua yang sehat, aktif, dan mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































