OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentang rencana bisnis bank (RBB).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae meminta agar perbankan tetap memperhatikan manajemen risiko dalam setiap penyaluran kredit kepada para nasabah.

"Meski demikian, bank diminta tetap memperhatikan manajemen risiko," ujarnya dikutip dari Instagram @ojkindonesia, Selasa (21/4/2026)

Dian mengungkapkan, OJK memandang bahwa program pemerintah merupakan salah satu potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh bank dalam menyalurkan kredit. Meskipun demikian, perbankan harus tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

"Revisi aturan RBB yang terkait dengan penyaluran kredit, termasuk kredit kepada program strategis pemerintah dan UMKM, ditujukan agar bank memiliki perencanaan yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan RBB," jelasnya.

Ia menekankan, penyaluran kredit dimaksud tidak bersifat wajib. Dengan demikian bank tetap memiliki keleluasaan dalam menerapkan strategi penyaluran kredit sesuai selera risiko dan toleransi risiko masing-masing.

"Perlu dimaklumi bahwa pengambilan keputusan kredit yang dilakukan oleh bank dilakukan atas dasar business judgement, dengan mengingat bank mengelola dana milik masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu revisi POJK tentang RBB yang sedang digodok itu tidak baru, hanya lebih mendetailkan rencana dukungan bank terhadap program pemerintah dalam lampiran khusus di RBB.

Meski demikian, BTN yang fokus pada pembiayaan perumahan, menyatakan tidak akan ikut membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

"Untuk KDMP kan memang kita diputuskan tidak ikut. Bukan kita yang meminta, kita diputuskan tidak ikut. Itu dari pemerintah, dari Kemenkeu," tutur Nixon.

BTN menyatakan turut serta mendukung banyak program perumahan pemerintah, seperti KUR Perumahan, KPP, FLPP, pembiayaan korporasi untuk infrastruktur perumahan dan lain sebagainya.

Nixon mengungkapkan bahwa bank pelat merah itu selanjutnya juga akan ikut melakukan pembiayaan pangan. Dalam hal ini, BTN akan menyalurkan pembiayaan terhadap perusahaan BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD.

"Jadi udah pastilah kita support kepentingan negara dan memang itu main program-nya kita," katanya.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|