Pablo Nieto Sentil Vinales, Di MotoGP Orang Bisa Dilupakan Cepat

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 28 Juli 2026 12:27 WIB

Pablo Nieto Sentil Vinales, Di MotoGP Orang Bisa Dilupakan Cepat

Foto ilustrasi Motogp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—MotoGP dikenal sebagai salah satu kompetisi paling kejam dalam dunia olahraga. Ketika hasil menurun dan cedera datang pada waktu yang salah, reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun bisa memudar dalam hitungan bulan. Situasi itulah yang kini tengah dialami Maverick Vinales.

Pebalap asal Spanyol tersebut menghadapi masa depan yang semakin tidak menentu menjelang musim 2027. Di tengah konflik berkepanjangan dengan KTM dan tim satelit Tech3, komentar tajam justru datang dari sosok yang mengenalnya sangat baik, yakni manajer VR46 Racing Team, Pablo Nieto.

Nieto bukan orang asing bagi Vinales. Keduanya pernah bekerja sama saat Vinales meraih gelar juara dunia Moto3 pada 2013. Karena itu, pandangannya mengenai kondisi sang pebalap mendapat perhatian besar di paddock MotoGP.

Menurut Nieto, Vinales masih memiliki bakat luar biasa yang jarang dimiliki pebalap lain. Namun, cedera yang datang pada momen penting membuat kariernya mengalami kemunduran yang sulit dihentikan.

“Sayangnya, dalam olahraga ini dan praktis di semua olahraga, apa yang dilihat orang adalah apa yang Anda lakukan di balapan terakhir,” kata Nieto dikutip dari Crash.

Ia bahkan melontarkan pernyataan yang menggambarkan kerasnya persaingan di MotoGP saat ini.

“Dia adalah salah satu pebalap paling berbakat yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Namun jika Anda mengalami cedera dan absen dari balapan, orang-orang di sini akan melupakan Anda dalam sehari. Tidak ada yang membicarakan Anda lagi,” ujar Nieto.

Pernyataan tersebut muncul ketika masa depan Vinales semakin suram. Pebalap yang telah mengoleksi 10 kemenangan di kelas utama itu sempat diproyeksikan naik ke tim pabrikan KTM untuk musim 2027. Namun rencana tersebut berubah setelah performanya terganggu akibat cedera bahu yang berasal dari kecelakaan serius pada 2025. Pemulihan yang lebih lama dari perkiraan membuat awal musim 2026 berjalan sulit.

Situasi semakin rumit ketika hubungan Vinales dengan KTM memburuk. Dalam beberapa kesempatan, ia secara terbuka mengkritik pabrikan asal Austria tersebut terkait ketidakjelasan masa depannya. Vinales bahkan mengklaim pernah menandatangani kontrak yang kemudian dinyatakan tidak berlaku oleh KTM.

Di sisi lain, KTM memiliki versi berbeda. Pihak pabrikan menyebut perubahan situasi terjadi setelah mereka memutuskan merekrut Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk proyek jangka panjang mereka. KTM juga menyatakan masih membuka peluang bagi Vinales di Tech3, tetapi negosiasi akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Ketidakpastian itu membuat posisi Vinales semakin sulit. Bursa transfer MotoGP 2027 bergerak cepat dan sebagian besar kursi di tim pabrikan maupun satelit telah terisi. Pilihan yang tersedia semakin sedikit sementara kompetisi memperebutkan tempat di grid semakin ketat.

Nieto menilai kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek profesional, tetapi juga mental seorang pebalap. Menurutnya, ketika hasil tidak sesuai harapan dan masa depan menjadi tanda tanya, kepercayaan diri pembalap bisa ikut terpengaruh.

Vinales sendiri tidak menutupi rasa frustrasinya. Saat Grand Prix Jerman, ia mengakui merasa kelelahan menghadapi seluruh situasi yang berkembang selama beberapa bulan terakhir.

Ironisnya, kondisi ini dialami oleh salah satu pebalap yang selama bertahun-tahun dianggap memiliki kemampuan alami terbaik di MotoGP. Vinales pernah memenangkan balapan bersama beberapa pabrikan berbeda dan dikenal memiliki kecepatan yang mampu menandingi para pebalap elite.

Namun MotoGP sering kali tidak hanya ditentukan oleh bakat. Cedera, momentum, keputusan tim, dan dinamika politik paddock dapat mengubah arah karier seorang pebalap dalam waktu singkat.

Kini, ketika sebagian besar kursi untuk musim 2027 mulai terisi, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Vinales cukup berbakat untuk tetap berada di MotoGP. Pertanyaannya adalah apakah masih ada tim yang bersedia memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa kariernya belum berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|