Panglima TNI: Mayor Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik di Kopassus

9 hours ago 3

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan pers seusai pemakaman Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di TMP Cikutra, Kota Bandung, Ahad (5/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan almarhum Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar merupakan salah satu prajurit terbaik yang bertugas di Kopassus. Ia mengatakan almarhum selalu mendapatkan penghargaan tiap menjalankan tugas di satuan.

"Gugurnya prajurit terbaik yang dimiliki oleh Indonesia Mayor Anumerta Zulmi salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI yang bertugas di kopassus," ucap panglima seusai menjadi inspektur upacara pemakaman almarhum di Taman Makan Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Ahad (5/4/2026).

Ia mengatakan almarhum selalu mendapatkan penghargaan dari satuan tiap menjalankan tugas. Salah satunya penghargaan dengan diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Lebanon.

"Beliau almarhum merupakan prajurit terbaik di mana setiap menjalankan tugas almarhum mendapatkan reward dari satuan dan untuk reward tersebut beliau diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Lebanon," kata dia.

Ia mengatakan TNI berduka atas kepergian almarhum dan selanjutnya telah disiapkan hak-hak yang akan diperoleh oleh almarhum. Beberapa diantaranya yaitu santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, beasiswa untuk anak. Pihaknya mengatakan angkatan darat pun dan dari bank akan memberikan santunan.

"Ada juga akan diberikan bapak presiden sudah disampaikan ke saya langsung," kata dia.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.Mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026).

Kematian ini di tengah agresi Israel ke Lebanon selatan yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 warga. Kelompok Hizbullah melakukan perlawanan terhadap agresi tersebut, memicu seantero selatan Lebanon jadi medan tempur.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|