Para Konten Kreator China di Balik Sukses Iran Tembak Jatuh Jet-Jet Canggih AS?

11 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sebuah fenomena viral muncul di China di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah. Para ahli teknik China ramai-ramai membantu Iran melawan AS secara sukarela tanpa bayaran atau dukungan pemerintah. Fenomena ini pertama kali muncul pada 14 Maret saat sebuah detail tutorial cara menjatuhkan jet F-35 beredar di media sosial China.

Video tutorial itu dibuat oleh akun “Laohu Talks World” dengan judul berbahasa Persia. Secara detail, video itu menjelaskan bagaimana Iran bisa menggunakan sistem berbiaya rendah untuk menarget dan menghancurkan jet canggih siluman AS.

Sejak diunggah, video itu langsung meraih puluhan juta audiens. Lima hari setelahnya atau pada 19 Maret, Iran mengklaim berhasil menghantam satu jet F-35.

Belakangan media sosial China, banyak warganet dengan latar belakang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) membuat akun dan membagikan konten yang bertujuan membantu Iran dalam perang melawan AS-Israel. Beberapa muncul dengan pengetahuan tentang persenjataan militer.

Konten-konten mereka meliputi spektrum yang luas, seperti menyediakan titik koordinat akurat pangkalan militer AS di Timur Tengah, menawarkan strategi rudal melawan kapal induk AS di Teluk Persia, dan simulasi pertahanan mengantisipasi serangan darat AS di Pulau Kharg.

Skala sumber daya STEM di China pun diketahui signifikan. China saat ini memproduksi lima juta lulusan STEM setiap tahunnya, sekitar 1,3 juta di antarannya adalah lulusan ilmu teknik. Angka itu jauh melampaui lulusan AS yang menghasilkan 130 ribu insiyur saban tahun.

Kreator akun Laohu pun adalah lulusan dari Univeritas Northwestern Polytechnical (NPU), sebuah kampus top di China yang fokus terhadap penelitian pertahanan yang juga saat ini menjadi target dari sanksi AS. Pada 2001, Washington menetapkan NPU di Xian sebagai sebuah entitias yang diawasi, lantaran keterkaitannya dengan Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat China dengan mengembangkan teknologi pertahanan, termasuk drone.

"Banyak dari para (kreator) murid bekerja di industri perlengkapan militer," ujar sumber South China Morning Post (SCMP).

Akun Laohu menyediakan analisis detail untuk Iran, menggarisbawahi bagaimana senjata berbiaya rendah seperti rudal infrared, alat peluncur mobile dan sensor bisa menantang sistem persenjataan canggih AS termasuk kapal induk. Sumber SCMP menggambarkan hasil kerja Laohu dilandaskan atas mencari pengakuan pribadi bukan keuntungan.

"Dia tidak kekurangan uang saat ini. Dia membuat video-video itu untuk bersenang-senang," ujar sumber tadi.

Sementara, lebih dari 1.000 warga sipil Iran telah meninggal dunia akibat dari agresi AS-Israel, termasuk serangan yang menewaskan 168 anak-anak di sekolah Minab. Tragedi itu dilaporkan ikut memicu kemarahan dan iba di antara warga China, di mana di antara mereka kemudian bertekad membantu Iran melawan AS.

Menurut sumber SCMP tadi, sentimen warga China merefleksikan tujuan utama pada sukarelawan - sebuah keinginan untuk menghancurkan mitos dominasi militer AS selama ini. Beberapa analis militer di China menilai fenomena ini sebagai bagian dari tren desentralisasi di mana konten kreator memanfaatkan informasi intelijen untuk memproduksi analisis militer bagi dunia luar.

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa analisis para konten kreator ini mempengaruhi langsung keberhasilan Iran menembak jatuh jet-jet AS. Kedutaan Besar Iran di China, tidak segera merespons permintaan konfirmasi dari SCMP terkait fenomena ini.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|