Parfum Lokal Sleman Mulai Tembus Pasar Luar Negeri

4 hours ago 2

Parfum Lokal Sleman Mulai Tembus Pasar Luar Negeri Foto ilustrasi toko parfum. / Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sleman mulai menunjukkan daya saing hingga pasar internasional, menandai perubahan arah pengembangan usaha yang kini lebih fokus pada kualitas dan akses pasar. Salah satu contohnya, produk parfum lokal yang sudah dipasarkan ke luar negeri dengan harga ratusan ribu rupiah per botol.

Perkembangan ini tidak lepas dari upaya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal. Sinergi ini diarahkan agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas ke pasar nasional hingga global.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menyebut tantangan utama UMKM saat ini bukan lagi sekadar permodalan, melainkan kemampuan memahami kebutuhan pasar dan menghadirkan produk yang kompetitif.

“UMKM harus naik kelas. Kuncinya ada pada kualitas produk, kapasitas produksi, dan branding yang kuat agar bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya saat kegiatan Syawalan di Kantor Kadin Sleman di Jalan Merbabu, di Tridadi, Sleman, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, Kadin Sleman menerapkan sistem kurasi selektif untuk menentukan UMKM yang layak mendapat pembinaan lanjutan. Fokus diberikan pada pelaku usaha yang aktif, produktif, dan memiliki potensi ekspansi pasar, termasuk untuk ekspor.

Pendekatan ini dilakukan melalui identifikasi kebutuhan riil pelaku usaha atau “belanja masalah”, sehingga program pembinaan lebih tepat sasaran dan sesuai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Akses Pasar dan Jejaring Jadi Penentu

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menilai jejaring Kadin hingga tingkat nasional menjadi peluang strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM di Sleman.

“Kadin memiliki koneksi hingga kementerian dan lembaga pusat. Ini bisa dimanfaatkan untuk membuka akses program sekaligus memperluas jangkauan pasar UMKM Sleman,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat, termasuk dengan perangkat daerah dan unit pelaksana teknis (UPT), agar pengembangan UMKM berjalan terintegrasi dari produksi hingga pemasaran.

Keberhasilan produk parfum lokal menembus pasar luar negeri menjadi bukti bahwa UMKM Sleman memiliki potensi bersaing di tingkat global. Produk tersebut dipasarkan melalui platform digital dengan harga berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per botol.

Selain penguatan pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus. Kadin Sleman mengembangkan program pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk menyiapkan tenaga kerja terampil sekaligus mencetak wirausaha baru.

Melalui strategi kurasi, penguatan jejaring, serta peningkatan kapasitas SDM, UMKM Sleman diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan dan semakin kompetitif di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|