Pemda DIY Usulkan KA Bandara YIA Sampai Stasiun Maguwo, Ini Tujuannya

3 hours ago 1

Pemda DIY Usulkan KA Bandara YIA Sampai Stasiun Maguwo, Ini Tujuannya KA Bandara YIA Xpress berangkat dari Stasiun YIA. - Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan perluasan rute KA Bandara Yogyakarta International Airport hingga Stasiun Maguwo kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Usulan ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kemacetan di pusat Kota Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan keberadaan Stasiun Yogyakarta yang berada di tengah kota sering memicu kemacetan, terutama bagi penumpang yang hendak menggunakan KA Bandara.

“Terus kita bicara masalah layanan Stasiun Yogyakarta ini kan ada di tengah kota. Kadang kala kan terjadi kemacetan, nah itu sering dikomplain oleh masyarakat yang menggunakan KA Bandara,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Usulan Sejak 2023

Menurutnya, penumpang dari wilayah timur Yogyakarta kerap harus masuk ke pusat kota untuk naik kereta bandara di Stasiun Yogyakarta. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda DIY sejak 2023 telah mengusulkan perpanjangan rute layanan KA Bandara ke arah timur.

“Sudah ada studi kasarnya kemungkinan untuk perpanjangan layanan KA Bandara itu ditarik sampai ke Timur supaya yang di wilayah Timur nggak usah masuk ke kota, untuk menghindari kemacetan. Jadi dia bisa lebih mudah,” katanya.

Dibahas Lewat FGD Usai Lebaran

Usulan tersebut mendapat respons positif dan rencananya akan dibahas lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) setelah Lebaran dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pembahasan juga akan mencakup pengembangan kawasan sekitar Stasiun Maguwo sebagai area Transit Oriented Development (TOD).

“Memang kita desain di tata ruang kita pun sebenarnya sudah secara eksplisit tertulis bahwa kawasan parkir bandara yang kita sebut Park and Ride yang di situ ada kawasan Stasiun Maguwo karena TOD-nya itu. Nah, ini juga akan mengundang investor yang akan mengembangkan itu,” ujarnya.

Studi Komprehensif Direncanakan 2027

Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan waktu karena studi komprehensif baru dijadwalkan dilakukan pada 2027. Selain itu, diperlukan penyesuaian infrastruktur agar operasional KA Bandara tetap aman dan terpisah dari kereta reguler.

“Karena harus pindah wesel juga. Karena kan kalau kereta bandara nggak bisa gabung juga dengan kereta reguler ya. Dia harus ada transit sendiri. Ada investasi relnya yang harus dimodifikasi. Jadi emplasemennya itu,” jelasnya.

Sementara itu, Stasiun Lempuyangan tidak masuk dalam rencana perpanjangan rute karena dinilai kurang efektif dari sisi waktu perjalanan.

“Lempuyangan nggak dilewati. Kemarin itu kita sempat ngitung Lempuyangan iya, itu habis menitnya itu sekitar 30-an. Jadi nggak dimasukin,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|