Pemerintah Kaji Opsi Menaikkan HET Minyakita, Ini Penjelasan Bapanas

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menghitung ulang batas harga eceran tertinggi (HET) Minyakita di tengah lonjakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia. Namun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan wacana penyesuaian harga masih sebatas kajian dan belum diputuskan.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan, pembahasan internal tengah dilakukan untuk melihat dampak kenaikan harga bahan baku terhadap harga jual minyak goreng rakyat tersebut. Namun, ia memastikan belum ada keputusan resmi.

"Itu masih dalam kajian (menaikkan HET Minyakita). Sekarang untuk Minyakita DMO itu 35% kita serahkan ke Bulog untuk dikelola. Fungsi Bulog ini sekarang menyuplai Minyakita ke pengecer di pasar tradisional sehingga harganya bisa flat Rp15.700 (per liter)," kata Sarwo saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga CPO global menjadi salah satu variabel yang dipertimbangkan dalam evaluasi tersebut. Meski demikian, Sarwo mengingatkan Indonesia merupakan produsen CPO terbesar di dunia, sehingga faktor pasokan dalam negeri juga menjadi perhatian.

Apabila kajian berlanjut, katanya, pembahasan akan melibatkan seluruh pelaku usaha di sektor minyak goreng. Hingga kini, belum ada agenda pemanggilan resmi terhadap produsen.

"Belum, ini kan baru wacana. Kita lihat dulu di lapangan. Jangan sampai kita menaikkan tapi akan memberatkan masyarakat. Jadi kita masih dalam kajian dulu," ujarnya.

Terpantau dari situs Tradingeconomics, harga minyak sawit di pasar internasional pada perdagangan 2/3/2026, naik 2,52% ke MYR4.148 per ton. Harga ini naik 2,32% secara bulanan, dan 2,42% secara tahunan. Meski, secara bulanan turun 1,54%.

Di sisi distribusi, skema domestic market obligation (DMO) disebut membantu menjaga stabilitas harga. Sebanyak 35% pasokan Minyakita dialokasikan untuk dikelola Perum Bulog, yang kemudian menyalurkan ke pasar tradisional.

Bapanas mencatat, harga Minyakita di pasar yang mendapat suplai Bulog relatif stabil di angka Rp15.700 per liter, sesuai HET. Namun ia mengakui, di luar jalur distribusi tersebut, harga masih ditemukan melampaui batas.

"Yang di luar Bulog ada beberapa yang mahal. Hanya sekarang jarang kita temukan. Kalau yang tidak dapat dari Bulog ada yang masih harganya Rp17.000 (per liter), Rp18.000 (per liter) ada. Tapi tidak banyak," ucap dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata nasional harga Minyakita pada pekan keempat Februari 2026 berada di Rp16.716 per liter, atau masih di atas HET Rp15.700 per liter. Kendati demikian, harga tersebut sudah turun 3,63% dibandingkan Januari 2026 yang sempat menyentuh Rp17.346 per liter.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 28 Februari 2026 dengan 498 amatan kabupaten/kota, terdapat 275 daerah yang mencatat harga Minyakita di atas Rp15.700 per liter. Rinciannya, 25 kabupaten/kota berada di Pulau Jawa dan 250 kabupaten/kota lainnya tersebar di luar Jawa.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|