Pemprov Jateng dorong pedagang bakso naik kelas.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendorong pedagang bakso di wilayahnya agar dapat meningkatkan kelas usaha mereka. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara silaturahmi dan halal bihalal Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) Jateng di Wisma Perdamaian Semarang pada hari Jumat.
Gubernur Luthfi menekankan pentingnya peran pedagang bakso sebagai penggerak ekonomi mikro di Jawa Tengah. Berdasarkan data dari Apmiso, terdapat sekitar 17.500 pedagang bakso di berbagai wilayah Jawa Tengah. Oleh karena itu, pendampingan berupa sertifikasi halal dan pengolahan daging diharapkan dapat membantu mereka naik kelas.
Ia juga menyoroti pentingnya intervensi pemerintah untuk mempercepat proses sertifikasi halal, sehingga usaha para pedagang bakso lebih tertata dan memiliki standar yang mumpuni untuk berkembang lebih jauh. "Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi," tegas Luthfi.
Sementara itu, Ketua Umum Apmiso Lasiman menyoroti tantangan yang dihadapi pedagang bakso, seperti persaingan usaha yang semakin ketat dan masalah bahan baku. Menurutnya, pembiayaan menjadi syarat utama jika para pedagang ingin meningkatkan kapasitas usaha, aset, dan omzet. Lasiman juga mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi untuk menghadapi persaingan terutama dalam bidang teknologi, pemasaran, dan produksi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2

















































